Survei LPEM UI: Ekonom Persepsikan Kondisi Ekonomi RI Memburuk

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) terhadap 85 ekonom dan ahli dari dalam maupun luar negeri menunjukkan mayoritas (48%) responden menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal ini antara lain dipengaruhi tekanan inflasi yang meningkat dan pengetatan di pasar tenaga kerja.

Sebanyak 38% responden tidak melihat adanya perbaikan maupun penurunan pada kondisi ekonomi saat ini. Sedangkan 14% responden menilai kondisi ekonomi saat ini lebih baik ketimbang tiga bulan yang lalu.

Tim survei LPEM UI menyebut respons dari para ekonom, ahli, dan akademisi yang disurvei mengarah pada persepsi mereka bahwa kondisi ekonomi Indonesia memburuk atau stagnan. Skor responden yang paling optimistis di angka 7,37 dari skala 1-10.

"Hasil survei ini masih konsisten dengan survei sebelumnya pada Oktober dan Maret 2025. Tiga survei berturut-turut dalam kurun Waktu 18 bulan menunjukkan para ahli masih menilai perekonomian Indonesia tidak lebih baik," kata LPEM UI dalam laporan LPEM Economic Experts Survey untuk Semester I 2026, pada Jumat (13/3).

Sebagian besar ekonom yang disurvei menilai tekanan inflasi meningkat dibandingkan kuartal yang lalu. Sebanyak 57 responden atau 67% menyatakan inflasi telah naik sedangkan 23 responden (27%) menyebut inflasi stagnan. Hanya 5 responden atau 6% responden yang menyatakan inflasi melandai.

Rata-rata repons ekonom yang disurvei menunjukkan kecenderungan tekanan inflasi meningkat pada periode survei, yakni 24 Februari hingga 9 Maret 2026.

"Ini merupakan sinyal yang mengkhawatirkan, tekanan inflasi ditranslasikan sebagai peningkatan Harga barang dan jasa, secara bertahap menggerus daya beli masyarakat Indonesia sehari-hari," kata LPEM UI.

Hasil survei ini juga menunjukkan peningkatan signifikan inflasi dari +0,47 pada periode survei sebelumnya menjadi +0,71. Skor keyakinan responden mencapai 7,6 dari skala 1-10.

Pasar Tenaga Kerja

Ketika mengevaluasi pasar tenaga kerja, sebanyak 30 responden (35%) menilai kondisinya tidak berbeda dengan tiga bulan yang lalu. Namun sebanyak 44 responden atau 56% menyebut pasar tenaga kerja tertekan. Hal ini cukup untuk menempatkan asesmen terhadap pasar tenaga kerja di teritori negative. Hanya 11 responden atau 13% yang menyebut pasar tenaga kerja membaik.

LPEM UI menilai pelemahan pasar tenaga kerja mengindikasikan lonjakan pengangguran dan melambatnya kenaikan gaji, sehingga pendapatan rumah tangga tertekan.

"Jika memburuknya kondisi ekonomi dan inflasi yang tinggi dikombinasikan, stagflasi akan menjadi ancaman yang riil bagi perekonomian Indonesia," kata LPEM dalam laporan tersebut.

Survei independen LPEM FEB UI ini diselenggarakan pada 24 Februari-9 Maret 2026 melalui platform survei online. Responden berjumlah 85 orang yang terdiri atas para ahli ekonomi dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, Lembaga riset, think tank, sector swasta, dan organisasi multinasional.

Responden domestic berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Banten, Gorontalo, dan Bali. Kemudian, Malutu Utara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Timur, dan Jambi. Adapun responden dari luar negeri antara lain dari Australia, Inggris, Belanda, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Cina, dan berbagai institusi multinasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BREAKING NEWS! KPK OTT Bupati Cilacap
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
InJourney Siapkan Lebaran di Candi, Bidik Lonjakan Wisata dari Arus Mudik 2026
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Di Hadapan Gibran, Rismon Sianipar Akui Hal Ini Tentang Jokowi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pelabuhan Merak, Pastikan Kesiapan Penyeberangan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Waktu Magrib/Buka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini, 13 Maret 2026
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.