Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang ke-44 serangan balasan dalam rangkaian Operasi True Promise 4. Serangan besar-besaran ini ditujukan langsung ke pangkalan militer Amerika Serikat dan wilayah-wilayah yang diduduki Zionis Israel.
Operasi yang diluncurkan pada malam ke-23 bulan suci Ramadan ini menggunakan kode sandi 'Ya Sadiq al-Wa'd'. Selain sebagai aksi militer, serangan ini dinyatakan sebagai bentuk penghormatan bagi para syuhada di Jalan Al-Quds, di antaranya Qassem Soleimani, Sayyed Hassan Nasrallah, Sayyed Hashem Safieddine, Ismail Haniyeh, dan Yahya Sinwar.
IRGC melaporkan bahwa serangan tersebut berhasil menyasar titik-titik strategis di wilayah pendudukan, termasuk Kiryat Shmona, Hadera, dan Haifa. Tidak hanya target darat, serangan ini juga diarahkan kepada Armada ke-5 Amerika Serikat serta pangkalan-pangkalan militer AS lainnya yang berada di kawasan.
Dalam operasi gelombang ke-44 ini, Iran mengerahkan kekuatan militer untuk menembus pertahanan musuh, di antaranya rudal presisi dan super berat termasuk tipe Khorramshahr, Kheibar-Shekan, Fattah, dan Qadr serta drone bunuh diri.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Desak Negara Teluk Tutup Pangkalan Militer AS
Sebelumnya, pada gelombang ke- 42 operasi balasan Iran yang diberi kode 'Labbaik Ya Khamenei' dilaksanakan untuk mengenang para syuhada perang Ramadan dan dipersembahkan kepada pemimpin revolusi Islam Iran yang gugur beserta para keluarganya. Serangan-serangan tersebut menargetkan jantung Tel Aviv dan ke pangkalan tentara Amerika.
Sementara pada gelombang ke-41 operasi dilaksanakan menjelang hari Al-Quds dengan kode Menuju Al-Quds untuk mengenang para syuhada khususnya komandan IRGC, Mohammad Pakpour. Serangan itu menargetkan Tel Aviv, Al-Quds atau Yerussalem yang diduduki Zionis serta pangkalan tentara Amerika Serikat di kawasan.
Serangan itu menargetkan titik kumpul pasukan Amerika Serikat Sheikh Zayed Road dan lokasi pesukan Amerika di Bandara Ahmed Al Jaber dengan rudal hipersonik Fattah. Target lainnya adalah tempat tinggal marinir Amerika di Pangkalan Al Dhafra hingga titik berkumpul Zionis Israel di Tel Aviv.
Pihak IRGC menegaskan bahwa tujuan utama dari operasi-operasi balasan ini adalah pembebasan Al-Quds dan penghapusan Zionis Israel.




