Peneliti BRIN berhasil menemukan spesies baru tanaman yang bentuk daunnya sangat unik karena berbulu lebat dan bertekstur persis seperti lidah kucing. Spesies endemik asal Sumatra Utara ini diberi nama Homalomena lingua-felis.
Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi BRIN dengan SITH ITB, UNS, IPB University, Universitas Lampung, Yayasan Botani Tropika Indonesia, dan Jungle Farm Nursery.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri, menjelaskan penamaan spesies ini diambil langsung dari keunikan bentuk fisiknya.
“Nama lingua-felis berasal dari bahasa Latin lingua dan feles yang berarti lidah dan kucing, merujuk pada tekstur unik permukaan daunnya,” ujar Rifqi dalam siaran pers, dikutip Jumat (13/3).
Rifqi dan timnya melacak keberadaan tanaman ini melalui ekspedisi menantang di kawasan Batang Toru, Tapanuli, pada Januari 2024 lalu. Di sana, mereka menemukan sang "lidah kucing" tumbuh menempel di dinding-dinding batu yang lembap di sekitar air terjun dataran rendah.
Secara fisik, Homalomena lingua-felis punya kemiripan dengan kerabatnya, Homalomena pexa. Namun setelah diteliti lewat kajian morfologi dan tes DNA, keduanya jelas berbeda. Tanaman baru ini punya tangkai daun yang lebih pendek, tekstur berbintil di bagian bawah daun, serta struktur bunga jantan yang berbentuk kerucut.
Rentan berstatus langka karena diburuSayangnya, meski baru saja dicatat oleh ilmu pengetahuan, tanaman eksotis ini sudah diusulkan masuk dalam status Rentan (Vulnerable) menurut standar IUCN.
Alasannya cukup mengkhawatirkan. Tanaman ini memiliki area persebaran yang sangat sempit dan terbatas di Tapanuli. Ia juga menghadapi ancaman serius dari risiko kebakaran hutan hingga perburuan ilegal karena nilai estetikanya yang tinggi sebagai tanaman hias incaran kolektor.
Kabar baiknya, temuan berharga ini telah diakui dunia dan dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah internasional PhytoKeys Volume 271 edisi 2026.
Penemuan Homalomena lingua-felis menjadi pengingat sekaligus kebanggaan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati terbaik di dunia. Ke depan, BRIN berkomitmen untuk terus mendata dan menjaga agar flora Nusantara tak keburu punah sebelum dipelajari.





