Sekutu AS Buka-bukaan Data, Senjata Pembunuh Baru Mengerikan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengklaim menyerang dua kapal tanker armada bayangan Rusia di Laut Hitam, memicu ledakan dekat Bosphorus. Ukraina desak tindakan global atas pendanaan perang Moskow. (Tangkapan Layar Video Reuters/SECURITY SERVICE OF UKRAINE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara sekutu Ukraina diperbolehkan mengakses data perang milik negara tersebut. Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov mengumumkan pihaknya baru saja membuka akses data ke medan perang untuk negara-negara kawan.

Cara ini dilakukan agar para sekutu bisa melatih software AI dalam menjalankan senjata drone canggih yang lebih mumpuni. Sebuah platform telah disiapkan untuk melatih model AI dengan aman tanpa memberikan data sensitif.


Di dalamnya akan ada kumpulan data yang akan terus diperbarui. Termasuk sejumlah besar foto dan rekaman video.

"Ukraina memiliki serangkaian data medan perang unik yang tidak tertandingi di tempat lain di dunia. Termasuk jutaan gambar beranotasi yang dikumpulkan dalam puluhan ribu penerbangan tempur," jelasnya dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).

Sekutu Ukraina dan sejumlah perusahaan asing diketahui meminta akses pada kumpulan data negara itu. Alasannya penting untuk melatih model untuk mengenali pola, bentuk dan perilaku manusia serta mesin di tengah medan perang.

Pilihan Redaksi
  • AI Jadi Otak Perang Modern, AS-Israel Bisa Hantam Ribuan Target Sehari
  • IHSG Ditutup Turun 3%, Transaksi Sepi Jelang Libur Lebaran

Sementara itu, Fedorov menjelaskan Ukraina akan mendapatkan manfaat dari percepatan pengembangan model AI yang digunakan dalam perang dengan Rusia.

Dia memastikan Ukraina siap bekerja sama dengan mitra dalam rangka mengembangkan teknologi tersebut. Ukraina juga berkeinginan untuk meningkatkan peranan sistem otonom di medan perang.

"Kami siap bekerja sama dengan mitra untuk melakukan analisa bersama, pelatihan model, dan membuat solusi teknologi baru," kata Fedorov.

Fedorov juga sempat mengungkapkan rencananya terkait perombakan pada Januari lalu saat diangkat. Dia mengatakan akan melakukan perombakan berbasis data pada kementerian pertahanan Ukraina.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Warga RI Doyan Belanja Online di Ramadan,Fintech Jamin Keamanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan di Balik Bukalapak (BUKA) Berbalik Laba Rp3,14 Triliun pada 2025
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Negara-Negara Teluk Mencegat Rudal dan Drone Iran
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Literasi dan Karakter Kebangsaan Dinilai Kunci Kekuatan Generasi Z
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pratama Arhan Dirumorkan Punya Pacar Baru, Respons Santai Azizah Salsha Jadi Sorotan
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Novel Baswedan: Ini Kejahatan Serius dan Biadab
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.