Alasan Indonesia Terbelah Jadi Dua Berhasil Diungkap Ahli Australia

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia terbagi dua dalam sebuah garis imajiner. Garis Wallace ini membaginya termasuk 25 ribu wilayah di Asia Tenggara hingga Australia sejak 160 tahun lalu.

Garis ini dipetakan seorang penjelajah bernama Alfred Wallace. Hal tersebut dilakukannya saat dalam perjalanan beberapa wilayah, yakni Indonesia, Singapura, Filipina, dan Papua Nugini.

Dalam perjalanan tersebut, Wallace menyadari terdapat perbedaan spesies di setiap wilayah. Bahkan menjawab misteri yang selama ini tersebar di seluruh wilayah terkait spesies Asia bisa menyeberangi wilayah lain, tetapi tidak dengan spesies dari Australia.


Sebuah penelitian dari Australia mencoba menjawab misteri tersebut. Menurut para peneliti, adanya perubahan iklim ekstrem karena aktivitas tektonik pada 35 juta tahun lalu.

Pilihan Redaksi
  • China Menggila Tanam Chip Otak, Tinggal Tunggu Waktu Meledak
  • Ilmuwan Temukan Solusi Cepat Serangan Jantung, Cuma Satu Suntikan
  • Pesawat Israel Susah Terbang Dikeroyok Burung, Pertanda Apa?

Dari fenomena ini membuat benua Australia terpisah dengan Antartika dan menabrak Asia. Dari sinilah tercipta Nusantara.

Para peneliti menggunakan model komputer untuk menjelaskan efek tersebut. Mereka menghitung kemampuan penyebaran, preferensi ekologi, dan keterkaitan evolusi lebih dari 20 ribu spesies di kedua sisi garis Wallace.

"Ketika Australia menjauh dari Antartika, itu membuka area laut dalam yang mengelilingi Antartika yang sekarang menjadi tempat Arus Sirkumpolar Antartika (ACC) berada," kata ketua penulis studi dan ahli biologi evolusi di Universitas Nasional Australia, Alex Skeels, dikutip dari Live Science.

ACC di Antartika sendiri merupakan arus laut terbesar dunia. Arus itu memiliki peranan penting dalam mengatur iklim Bumi.

Dari model tersebut, para peneliti mengungkapkan perubahan iklim tidak terdampak semua spesies. Salah satunya pada iklim di Semenanjung Asia Tenggara dan Indonesia yang lebih hangat dan basah, serta Australia dengan musim dingin dan kering.

Musim ini berdampak pada kemampuan adaptasi tiap makhluk hidup di wilayah tersebut. Spesies di Asia bisa beradaptasi di Indonesia dan menyeberang garis Wallace dan berpindah ke zona Australia, sebaliknya hal erupa tidak bisa dilakukan spesies yang hidup di benua Australia.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Warga RI Doyan Belanja Online di Ramadan,Fintech Jamin Keamanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asing Net Sell Rp 1,5 T Jelang Libur, Saham BBCA, BMRI hingga BBRI Beratkan IHSG
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
4 Minuman yang Harus Dihindari Saat Sahur Agar Puasa Makin Lancar
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Viral Pidato Perdana Menteri Israel Dituding AI! Isu Benjamin Netanyahu Memang Telah Meninggal Kembali Merebak
• 41 menit laluharianfajar
thumb
Pemudik Motor Mulai Melintas di Kalimalang, Lalu Lintas Masih Lengang
• 20 jam laludetik.com
thumb
Anies dan Novel Baswerdan Jenguk Andrie KontraS, Ungkap Kondisi Terkini
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.