Teror air keras menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, saat berkendara di daerah Salemba, Jakarta Pusat. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Dirangkum detikcom, Sabtu (14/3/2026), video penyiraman air keras kepada Andrie juga viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV itu, Andrie terlihat disiram oleh dua pengendara motor yang saling berboncengan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3) malam.
"Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat," kata Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (13/03).
detikcom merangkum sejumlah fakta terkini dari teror air keras yang menimpa Andrie, berikut uraiannya.
1. Disiram Air Keras Usai Isi PodcastKoordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada pukul 23.00 WIB, Kamis (12/3) malam, setelah sebelumnya korban melakukan podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'.
Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.
"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM, yang apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM," jelas Dimas.
Dimas meminta aparat penegak hukum menyelidiki kejadian ini secara menyeluruh. Pihaknya berharap polisi dapat mengungkap pelaku dan motif di balik penyiraman air keras tersebut.
"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia," kata Dimas.
2. Kapolri Beri Atensi KhususPolisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan perkara ini.
"Dalam kesempatan ini yang perlu kami sampaikan bahwa Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).
Isir mengatakan kasus ini ditangani oleh Polres Metro Jakpus. Dia menyebut Polda Metro Jaya dan Bareskrim turut memberi bantuan untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
"Selanjutnya, bagian daripada menindaklanjuti atensi dan arahan Bapak Kapolri, penanganan yang ada di Satreskrim Polres Jakarta Pusat dilakukan backup baik oleh Polda Metro Jaya maupun oleh dari Bareskrim, khususnya dan kawan-kawan yang ada dari Mabes Polri," ucap Isir.
"Polri juga memastikan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan, bagian daripada penegakan hukum dilakukan secara berbasis ilmiah," lanjutnya.
3. Telusuri CCTV dan Periksa SaksiPolisi mulai mengusut kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Polisi telah mengantongi sejumlah CCTV hingga memeriksa saksi dalam kasus itu.
"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Menurut Isir, penyidik telah melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setidaknya dua saksi telah dimintai keterangan awal dan jumlahnya masih berpotensi bertambah.
"Saksi yang di-interview adalah yang bersama-sama dengan pihak korban, yang menolong korban," tuturnya.
(ygs/lir)





