Operasi Senyap KPK yang Mengguncang Kursi Bupati Cilacap

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menjadi kepala daerah terbaru yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Syamsul ditangkap pada Jumat (13/3/2026) dan saat ini masih dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung Merah Putih KPK.

Baca juga: Terbaru Bupati Cilacap, Ini Daftar 10 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK

27 orang terjaring OTT

Syamsul merupakan satu dari 27 orang yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan kali ini.

Mereka yang diamankan memiliki latar belakang yang beragam.

Baca juga: Ogah Komentar, Momen Bupati Cilacap Keluar dari Mapolresta Banyumas Usai Terjaring OTT KPK

“Dari penyelenggara negara, ASN, dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swastanya,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat sore.

Terkait pengurusan proyek pemkab

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Syamsul diduga menerima uang terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

KPK juga telah menyita barang bukti berupa uang tunai, meski jumlah dan asal-usulnya belum diungkapkan.

Diperiksa di Mapolresta Banyumas

Sebelum dibawa ke Jakarta, Syamsul terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah.

Syamsul bersama 26 orang lainnya tiba di Mapolresta sekitar pukul 16.50 WIB untuk menjalani pemeriksaan.

Sekitar pukul 17.15 WIB, terlihat sejumlah pejabat dinas yang turut diperiksa, antara lain Sekda Cilacap Sadmoko Danardono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Buddy Haryanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Heru Kurniawan.

Tampak juga Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Oktrivianto Subekti, serta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ichlas Riyanto.

Namun, belum diketahui status mereka dalam operasi tangkap tangan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pemeriksaan di Mapolresta Banyumas selesai sekitar pukul 21.12 WIB.

Setelah itu, Syamsul dan pihak lain yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Cek Langsung Seluruh Fasilitas
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
[FULL] Analisis Prof Hikmahanto & Pengamat Timteng soal Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas AS-Israel
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Reaksi Tegas Wali Murid SMK IDN Bogor usai Pemprov Jabar Jamin Hukum Pendidikan Siswa: Semoga Bisa Dipegang
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
KontraS Sumut Kecam Tindakan Brutal Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Desak Kapolri Usut Aktor Intelektual
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Kantongi Bukti Yaqut Terima Uang Korupsi Lewat Gus Alex
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.