BEIRUT, KOMPAS.TV - Hizbullah menegaskan sudah siap melakoni perang jangka panjang melawan Israel.
Milisi bersenjata yang didukung Iran di Lebanon itu ikut dalam perang pekan lalu.
Mereka menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Baca Juga: Netanyahu Tak Yakin Rakyat Iran Lengserkan Rezim, Tetap Ciptakan Kondisi Optimal untuk Memuluskannya
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem pada Jumat (13/3/2026), mengatakan siap menjalani konfrontasi panjang dengan Israel.
Qassem juga menegaskan akan memberikan kejutan bagi Israel dalam pertempuran.
Hal itu diungkapkannya setelah Israel mengancam akan membuat Lebanon membayar “harga yang meningkat” dalam perusakan infrastruktur.
“Kami sudah mempersiapkan diri kami untuk konfrontasi panjang, dan jika Tuhan mengizinkan, mereka (Israel) akan terkejut di medan perang,” ujar Qassem dalam pidato di TV dikutip dari France 24.
“Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran terbatas atau sederhana,” tambahnya.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah, Israel pada Jumat telah menghancurkan sebuah jembatan di atas Sungai Litani antara Kota Zrariyeh dan Tayr Falsay.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : France24
- hizbullah
- israel
- lebanon
- perang jangka panjang
- iran
- naim qassem





