Menhub Sebut Lonjakan Harga Minyak Dunia Belum Ganggu Maskapai RI

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut bahwa harga avtur, yang sensitif terhadap kenaikan harga minyak dunia dan tengah fluktuatif di level US$100 per barel, belum mempengaruhi maskapai domestik di Tanah Air. 

Dudy menyampaikan, saat ini harga minyak maupun avtur masih dalam kisaran angka prediksi Pertamina dan masih menggunakan acuan harga Maret. Harga tersebut baru akan diperbarui setiap bulannya, dalam hal ini yakni April.

Untuk itu, kenaikan harga avtur tersebut menurutnya baru akan berpotensi mempengaruhi operasional pesawat-pesawat domestik pada bulan depan. 

“Kami lihat itu mungkin akan berpengaruh pada bulan April. Jadi sejauh ini dari pihak airline belum menyampaikan keluhannya terkait dengan kenaikan harga BBM atau yang lain,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026). 

Berkaca dari kondisi di Asia, sejumlah maskapai mulai menaikkan tarif tiket dan menyiapkan langkah darurat untuk menghadapi lonjakan harga bahan bakar. Di India, maskapai dilaporkan telah menaikkan harga tiket penerbangan jarak jauh sekitar 15% dan masih mempertimbangkan kenaikan lanjutan jika harga bahan bakar terus meningkat. 

Di Vietnam, media pemerintah memperingatkan bahwa tarif tiket pesawat dapat melonjak hingga 70% karena tingginya ketergantungan negara itu pada impor bahan bakar jet.

Baca Juga

  • Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya Ungkap Rekam Jejak RI Lolos Atasi Krisis
  • Wall Street Limbung, Terpukul Efek Domino Perang Iran-AS dan Harga Minyak
  • Harga Minyak Fluktuatif di Level US$100 per Barel Imbas Penutupan Selat Hormuz

Di tengah bayang-bayang kenaikan harga minyak tersebut, Dudy mengingatkan kepada pelaku usaha penerbangan agar tetap mengutamakan pelayanan dan keselamatan penumpang. 

Dirinya menegaskan bahwa pelayanan adalah memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menggunakan moda transportasi, dalam kondisi apapun, dan harus menjadi standar bagi siapapun yang mengelola moda transportasi, sekalipun harga naik maupun turun. 

“Pelayanan harus tetap optimal, mau harga turun mau harga naik,” tegasnya.

Pasalnya, masyarakat mengkhawatirkan tekanan harga akan mempengaruhi anggaran keselamatan moda transportasi dan membahayakan penumpang.

Saat ini, penetapan tarif domestik dari maskapai dibatasi oleh tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB), yang berdasarkan asumsi tahun 2019, yakni masih menggunakan nilai Rp14.165 per dolar AS dan harga avtur di angka Rp10.845 per liter.

Berdasarkan catatan Kemenhub, kurs saat ini senilai Rp16.779 per dolar AS dan harga avtur mencapai Rp15.432 per liter. Dudy mengakui bahwa asumsi tersebut yang menjadi acuan penetapan tarif tersebut sudah jauh lebih rendah dari realisasi saat ini.

Untuk itu, dirinya telah mengusulkan untuk membahas perubahan asumsi dan penetapan TBA TBB bersama wakil rakyat alias DPR.

“Mungkin kita [Kemenhub dan DPR] harus duduk membicarakan hal ini karena memang asumsi pada 2019 itu ternyata lebih rendah dari kondisi yang ada sekarang,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V, Rabu (11/3/2026).

Sebelumnya, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai gejolak harga minyak global berpotensi menambah tekanan terhadap industri penerbangan nasional. 

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan maskapai domestik saat ini sudah menerapkan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge, terutama pada periode ramai penumpang seperti musim mudik Idulfitri.

Dia menjelaskan bahwa biaya bahan bakar pesawat dapat menyumbang hingga sekitar 40% dari total biaya operasional penerbangan. Karena itu, lonjakan harga avtur berpotensi langsung menekan margin keuntungan maskapai.

INACA sendiri telah mengajukan permohonan revisi TBA kepada regulator. Namun, hingga kini pemerintah belum memberikan keputusan terkait usulan tersebut.

Sementara terkait dampak kenaikan harga avtur di dalam negeri, Bayu menuturkan bahwa pihaknya masih menunggu pembaruan harga yang biasanya diumumkan dua kali setiap bulan, yakni pada pertengahan dan akhir/awal bulan. 

“Kami masih menunggu setelah tanggal 15 ini berapa kenaikannya,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berkah Ramadan, Bank Jakarta Salurkan Santunan Rp1,7 Miliar untuk Anak Yatim
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Anggota Pansus Haji Ngaku Kaget Ada Upaya Yaqut Kondisikan USD 1 Juta
• 18 jam laludetik.com
thumb
Persis Solo Keluar dari Zona Degradasi: Hanya Terpaut 4 Poin, PSM Makassar dalam Tekanan!
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Cek Langsung Seluruh Fasilitas
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Truk Trailer Kecelakaan di Jalan Cakung-Cilincing, Lalu Lintas Macet
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.