Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan kasus campak di Indonesia telah turun dari 531 kasus menjadi 511 kasus per pekan kesembilan 2026. Penurunan disebabkan imunisasi dan edukasi yang masif tentang hidup bersih dan sehat sudah dilakukan di sejumlah wilayah.
"Ya, artinya kan sudah menurun ya, dan respons untuk imunisasi baik ORI, Outbreak Response Imunization, ya itu sudah dilaksanakan untuk seluruh kabupaten kota yang terjadi KLB, kemudian yang tidak terjadi KLB tapi kasusnya naik pada saat itu, itu juga sudah dilakukan catch-up campaign imunisasi atau kejar imunisasi," kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kemenkes, Andi Saguni, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 14 Maret 2026.
Andi mengatakan bahwa daya tular campak berbahaya, karena satu orang dapat menularkan ke 12-18 orang lainnya, terutama balita, meski ada sedikit kasus pada orang dewasa.
"Jadi untuk imunisasi campak itu kan ada 2 kali yang dasar. Pada umur 9 bulan dan 18 bulan. Ketika baru 1 kali, dilakukan pada 9 bulan, coverage untuk perlindungan, imunitas itu sekitar 80 persen. Tetapi ketika sudah diimunisasi kedua pada usia 18 bulan itu meningkat menjadi 97 persen," ungkap Andi.
Baca Juga :
Dinkes Jabar Waspadai Lonjakan Penyebaran Campak saat MudikIlustrasi campak. Foto: Freepik.
Sebagai upaya mencegah penularan, Kemenkes bekerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota serta Balai Karantina Kesehatan di sejumlah titik posko mudik untuk memberikan layanan imunisasi campak, selain menyediakan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dalam kesempatan itu, Andi mengingatkan para orang tua dan wali untuk memperhatikan kondisi anaknya sebelum berpergian di musim Lebaran ini. "Jadi kalau ada demam, batuk, pilek, atau tanda-tanda lain seperti konjungtivitis yang mengarah kepada campak, kasus campak, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk diperiksa," ujar Andi.
Lebih baik lagi perjalanan ditunda terlebih dulu hingga anak tersebut sembuh. Sebab, campak memiliki daya tular yang tinggi.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya menargetkan dalam 1-2 minggu cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.
"Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliathasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran," kata Budi.
Budi menyebutkan imunisasi sudah dijalankan di 50 kabupaten kota. Adapun target pencapaian sebelum Lebaran, lanjut dia, karena saat mudik orang-orang bergerak secara masif, sehingga ada risiko penyebaran.




