Konsumsi Fesyen Muslim Dunia Diproyeksi USD433 Miliar pada 2028

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, pertumbuhan konsumsi produk fesyen muslim dunia terus meningkat.

Konsumsi Fesyen Muslim Dunia Diproyeksi USD433 Miliar pada 2028 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, pertumbuhan konsumsi produk fesyen muslim dunia terus meningkat. 

Hal ini berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, pada tahun 2023 konsumsi fesyen muslim dunia mencapai USD327 miliar dan diproyeksikan meningkat sebesar USD433 miliar pada 2028.

Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan Batu Bara Diprioritaskan untuk Kebutuhan Domestik, Baru Sisanya Diekspor

“Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar dan harus berkembang sehingga mampu membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai produsen sekaligus pusat tren modest fashion dunia,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Potensi industri modest fashion dalam negeri di pasar dunia juga menunjukkan capaian yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara anggota Organization Islamic Cooperation (OIC) pada 2023 mencapai USD990 juta.

Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Stok Cadangan Beras

“Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 83 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya mencapai USD540 juta, dan hal ini membuat Indonesia menjadi negara tujuh tertinggi ekspor ke negara OIC,” ujar Menperin.

Meskipun demikian, negara yang melakukan ekspor produk fesyen ke negara-negara anggota OIC masih didominasi oleh negara China, Turki dan India. “Ini menjadi tugas semua stakeholder untuk meningkatkan peran Indonesia dalam pasar fesyen muslim dunia,” tuturnya.

Baca Juga:
Industri Fesyen Muslim Nasional Siap Bersaing di Pasar Global

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi industri fesyen yang sangat besar, baik sebagai pasar maupun sebagai produsen. 

“Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain utama industri modest fashion global dengan sektor industri yang padat karya,” ujarnya.

Baca Juga:
BTN (BBTN) Siapkan Rp23,18 Triliun Jelang Idulfitri 2026

Merujuk data BPS, pada 2024 jumlah industri kecil pakaian jadi berjumlah 594 ribu dengan tenaga kerja mencapai 1,2 juta pekerja. “Modest fashion kini telah berkembang menjadi tren busana global yang tidak hanya diminati oleh masyarakat muslim, tetapi juga berbagai kalangan lintas budaya dan gaya hidup,” tutur Reni.

Menurutnya, konsep modest fashion terus berevolusi menjadi lebih inklusif, tanpa memandang agama, etnis, maupun preferensi individu. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat modest fashion dunia, didukung oleh kreativitas desainer lokal, kekayaan budaya, serta keberagaman bahan tekstil berkualitas tinggi yang menjadi identitas bangsa.

“Potensi tersebut turut diperkuat oleh capaian Indonesia, yang berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025 berhasil menduduki peringkat pertama dalam ekosistem lokal yang mendukung perkembangan industri modest fashion,” kata Reni.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Bali luncurkan website Cakrawasi, perketat aktivitas ilegal WNA
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Mudik Lebaran, Warga Surabaya Diimbau Cabut Instalasi Listrik dan LPG
• 53 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Belum Dijual, Hyundai IONIQ 9 yang Seliweran Masih Tes Pasar
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kakorlantas: Masih Ada Truk Over Dimensi Terdeteksi CCTV di Tol, Terancam Sanksi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Potret Kondisi Simpang Jomin, Ramai Lancar
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.