Sejumlah titik jalan berlubang di Jalan Yogya-Wates tepatnya di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo; hingga Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, terpantau sudah ditambal.
Jalan Yogya-Wates merupakan jalur mudik untuk masuk ke Yogyakarta dari sisi barat. Pemudik yang melalui jalur mudik rute selatan Jawa masuk Yogyakarta melalui jalan nasional ini.
Sejumlah lubang sebelumnya dikeluhkan pengendara pada awal Ramadan. Pantauan kumparan, lubang-lubang tersebut telah ditambal.
"Sekitar pertengahan puasa ditambalnya," kata Wahyu pengendara yang biasa melintasi jalan tersebut, Sabtu (14/3).
Penambalan jalan ini membuat pengendara lebih tenang karena tak perlu menghindari lubang.
Namun, pengendara harus tetap berhati-hati, transisi antara tambalan aspal dengan aspal lama yang tak selalu merata. Jalan tak rata dan terasa bergelombang. Ini bisa menimbulkan guncangan di kendaraan.
Sementara itu di depan Kantor Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, masih menyisakan satu lubang yang cukup dalam. Jika pengendara tak konsentrasi, lubang itu bisa membahayakan.
Sebelumnya, sejumlah jalan seperti Jalan Yogya-Wates dan Jalan Yogya-Magelang yang merupakan pintu masuk ke Yogya dari utara dikeluhkan berlubang.
"Kalau (Jalan) Magelang-Yogya itu jalan nasional. Kita juga sudah menyampaikan itu ke PJN (Satker Pelaksanaan Jalan Nasional)," kata Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti ditemui di kantornya, Senin (9/3).
Karena keterbatasannya, Pemda DIY masih memprioritaskan jalan yang jadi kewenangannya untuk penambalan.
"Karena kita, mungkin juga keterbatasan, kita mesti lebih memprioritaskan yang jalan provinsi yang kita tangani dulu gitu," katanya.
Made mengatakan selain lubang, keluhan lain yang masuk ke pihaknya adalah kurangnya penerangan di jalan nasional.
Untuk itu, pihaknya sudah meminta bantuan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.
"Sudah kita minta bantuan BPTD yang Kemenhub-nya yang ada di DIY ini untuk cepat support, cuma katanya itu belum tersedia spare part-nya. Kalau jalan nasional, otomatis ya di PJN," katanya.
Pemda DIY terbuka untuk berkolaborasi demi menemukan solusi. Salah satunya dengan cara digarap oleh pemerintah kabupaten terlebih dahulu.
"Kalaupun misalnya belum siap (penerangan) mungkin kerja sama dengan Sleman nanti diganti, gitu, maksudnya," ujarnya.





