KOMPAS.com — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar acara buka puasa bersama para stakeholder layanan jaminan produk halal nasional, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Pemeriksa Halal LPPOM, dan Asosiasi Lembaga Pemeriksa Halal Indonesia (ALPHI).
Kegiatan yang digelar di Gedung BPJPH Jakarta, Jumat (13/3/2026) itu menjadi wadah koordinasi serta momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus sinergi kolaborasi dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.
Acara tersebut dihadiri Ketua Badan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Fatwa MUI Aminuddin Yakub, Ketua LPH LPPOM Muti Arintawati, serta Ketua Umum ALPHI Elvina A Rahayu. Hadir pula Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham bersama para Deputi, Inspektur, Kepala Pusat, Kepala Biro, Direktur, dan jajaran pejabat BPJPH.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan, kebersamaan di antara pemangku kepentingan penyelenggaraan jaminan produk halal sangat penting dalam membangun ekosistem halal nasional yang kuat dan sehat.
Baca juga: BPJPH Sosialisasikan Wajib Halal kepada Perwakilan Perdagangan RI di 33 Negara
"Mari kita bersatu bersama membangun ekosistem halal yang sehat di Indonesia, demi terwujudnya Halal Indonesia untuk masyarakat dunia,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan Babe Haikal, sapaan akrabnya, yang hadir secara daring karena menghadiri agenda rapat kabinet di Istana Negara bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya persatuan dan dialog dalam membangun kemajuan bersama.
Babe Haikal mencontohkan teladan para nabi dalam menghadapi perbedaan dan konflik dengan pendekatan dialog.
Merujuk sejarah Islam, Rasulullah SAW tetap menjalin hubungan yang baik bahkan dengan pihak yang pernah berseberangan, seperti Abu Sufyan setelah berbagai peristiwa peperangan.
Prinsip yang sama juga tecermin dalam kisah Nabi Musa yang diperintahkan Allah SWT untuk mendatangi Firaun dengan ucapan yang lembut sebagaimana dikisahkan dalam Al Quran Surat Thaha.
Baca juga: Kesadaran Konsumen Meningkat, Kepala BPJPH: Sertifikasi Halal Kini Jadi Kebutuhan Pasar
Babe Haikal menyebutkan, nilai-nilai tersebut mengajarkan bahwa dialog dan persatuan menjadi kunci untuk membangun kejayaan.
“Karena itu, mari kita bersatu membangun ekosistem halal yang sehat di Indonesia demi terwujudnya Halal Indonesia untuk masyarakat dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Babe Haikal menegaskan, penguatan ekosistem tidak dapat dilakukan hanya oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan kolaborasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan.
Dia menegaskan, pemerintah, ulama, lembaga pemeriksa halal, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam ekosistem halal.
“Dengan sinergi dan kebersamaan, insyaallah penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tegas Babe Haikal.
Baca juga: BPJPH Sosialisasikan Kewajiban Sertifikasi Halal kepada Eksportir





