BI Ajak Masyarakat Sumbar Jalani Tradisi Manambang Pakai QRIS

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - Bank Indonesia mengajak masyarakat di Provinsi Sumatra Barat untuk menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS saat menjalani tradisi manambang

Di Sumbar, pada setiap momen Lebaran, ada tradisi manambang, di mana para anak-anak akan menerima uang dari sanak keluarga usai melakukan salat Idulfitri. 

Adanya momen ini, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, melihat ada peluang yang baik untuk mengedukasi masyarakat bertransaksi yang hemat dan aman, yakni melalui transaksi QRIS.

"Tidak harus secara tunai untuk tradisi manambang itu. Biar lebih cepat dan aman uangnya terkumpul, bagusnya pakai QRIS. Bahkan pakai QRIS ini lebih cepat, tinggal dibagikan saja barcode-nya," kata Majid, Kamis (12/3/2026).

Dia menyampaikan bahwa selain bisa memberikan rasa aman dan mudah, apabila transaksi QRIS terus ditingkatkan, maka akan turut menambah retribusi bagi daerah. Karena melihat pada PDRB Sumbar yang lebih dari Rp88 triliun, 17% berasal dari sektor perdagangan.

"Kami berharap, momen lebaran nanti, bisa berperan pula transaksi tradisi manambangnya. Jadi kalau dapat Rp2.000, Rp5.000, atau bahkan Rp100.000 bisa pakai QRIS. Saya percaya kalau kebiasaan ini jalan, masyarakat akan merasakan dampak positifnya," sambung Majid.

Baca Juga

  • Bulog Sumbar Buka Program Beli Beras Premium 5 Kg Rp77.000 Gunakan QRIS
  • Waspada Tipu-Tipu! BI Tegaskan QRIS Tidak Pernah Minta Data Pribadi Pengguna
  • Pertumbuhan QRIS di Kaltim Melambat, Transaksi Meroket pada Kuartal III/2025

Namun, khusus untuk daerah yang belum memiliki akses internet yang memadai, tidak bisa dipaksakan untuk transaksi QRIS. Silakan lakukan secara tunai. Tapi apabila nanti sudah didukung akses internet, BI mendorong secara bertahap seluruh masyarakat Sumbar untuk menggunakan QRIS pada berbagai transaksi. 

Adanya dorongan, Majid melihat transaksi secara digital di Sumbar mengalami tren yang positif dari tahun ke tahun. Hal tersebut turut memberikan dampak yang positif bagi daerah yakni nilai retribusi. 

"PDRB (produk domestik regional bruto) Sumbar itu sebesar Rp88,26 triliun. Diperkirakan 17% berasal dari sektor perdagangan, dan hal ini sebenarnya memiliki peluang untuk memberikan retribusi bagi daerah. Caranya, transaksinya itu menggunakan QRIS, jelasnya.

Majid menyampaikan bahwa berdasarkan data, hingga triwulan IV-2025 transaksi QRIS masih tinggi, yang didukung oleh peningkatan jumlah pengguna. Sementara untuk volume BI-Fast mencatat kenaikan terbatas, dengan nominal yang tetap meningkat.

Artinya, dari kondisi itu, volume dan nominal QRIS tumbuh 109,60% dan 77% secara YoY. Hal ini didukung oleh jumlah merchant dan pengguna yang meningkat. Sedangkan volume transaksi BI-Fast naik 2,63% yoy dengan kenaikan nominal transaksi sebesar 17,24% yoy.

"Jadi transaksi digital ini tidak harus dari perbankan, karena ada banyak dompet digital yang melakukan transaksi digital," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Swiss Open: 4 Wakil Indonesia Melaju ke Semifinal
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Zodiak yang Pilih Hidup Sederhana
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
PSSI Sudah Siapkan FIFA Series 2026 di Jakarta: Stadion, Lapangan Latihan, Akomodasi, Para Pemain Timnas Indonesia Datang 22-24 Maret 2026
• 2 jam lalubola.com
thumb
Komisi III Kawal Kasus Penyerangan ke Aktivis KontraS
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Preview Arsenal vs Everton: Misi Meriam London Amankan Takhta Liga Inggris 2026
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.