Badung: Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai membuka Posko Terpadu Pengawasan Angkutan Lebaran 2026. Personel yang dilibatkan diminta waspada tentang cuaca ekstrem.
“Ada beberapa hal penting yang perlu diwaspadai, antara lain kesiapan dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang terjadi sewaktu-waktu,” ucap General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati, dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Maret 2026.
Nugroho menyebut kondisi cuaca ekstrem belakangan hingga prediksi yang masih berlanjut beberapa waktu ke depan perlu diantisipasi. Kondisi ini dapat berdampak ke penerbangan dan pelayanan.
Baca Juga :
Lima Bandara Ini Beroperasi 24 Jam Selama Arus Mudik Lebaran“Kita harus benar-benar memastikan kesiapan dan keandalan fasilitas keselamatan penerbangan dan pelayanan kepada pengguna jasa,” ujarnya.
Selain meminta personel bandara yang terlibat dalam Posko Angkutan Lebaran, Nugroho juga mengedepankan koordinasi dengan BMKG untuk memberikan informasi peringatan dini.
Posko Angkutan Lebaran dibuka selama 18 hari yaitu 13-30 Maret 2026. Sekitar 2.900 personel bandara akan bergantian berjaga memberi pelayanan kepada calon penumpang.
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai memandang posko ini penting mengingat Bali merupakan destinasi pariwisata dan tempat berlibur yang populer. Selama libur panjang diprediksI terjadi lonjakan penumpang baik internasional maupun domestik.
“Aktivitas di Bandara Ngurah Rai diprediksi akan meningkat jika dibanding pada periode sebelumnya, yaitu diproyeksikan mencapai 1,1 juta penumpang dengan penerbangan pesawat sebanyak 6.740 pergerakan,” kata Nugroho.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati buka Posko Angkutan Lebaran minta fokus waspadai cuaca ekstrem, Badung, Bali, Jumat, 13 Maret 2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
Potensi ini turut didukung oleh masuknya beberapa pengajuan maskapai untuk penerbangan ekstra selama periode posko. Hingga saat ini tercatat 401 permohonan penerbangan ekstra baik di kedatangan maupun keberangkatan, terbagi atas 390 domestik dan 11 internasional. Jumlah tersebut mencatatkan potensi tambahan kapasitas sebanyak 72.076 kursi.
“Untuk mendukung kelancaran arus angkutan, pada hari ini hingga tanggal 30 Maret mendatang posko akan dioperasikan, akan menjadi pusat untuk koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pengawasan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 18 hari ke depan,” jelas Nugroho.
Selain potensi dampak cuaca ekstrem yang harus diwaspadai, kepadatan lalu lintas di sekitar bandara juga tidak bisa dianggap remeh. Untuk itu diperlukan koordinasi dan sinergi dengan pihak di luar personel bandara seperti aparat keamanan dan desa adat demi memastikan keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada penumpang dapat terjaga.
“Kondisi-kondisi itu yang harus diantisipasi oleh kita yang terlibat dalam pelayanan jasa kebandarudaraan maupun ke penerbangan, demikian juga kepada seluruh maskapai dan ground handling agar dapat selalu menjalankan prosedur maupun peraturan dalam mengantisipasi dampak terhadap jadwal penerbangan,” ujarnya.
Nugroho turut mengingatkan di tengah arus mudik Lebaran 2026 terdapat Hari Raya Nyepi. Operasional penerbangan akan dihentikan 24 jam penuh pada 19 Maret.
Ia berharap dengan hadirnya Posko Angkutan Lebaran juga membantu mensterilkan bandara jelang dimulainya Nyepi, sehingga hari raya tersebut berlangsung khusyuk dan lancar.




