JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus tancap gas dalam memperkuat benteng pertahanan keamanan produk yang beredar di masyarakat.
Melalui Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), BPOM kini menghadirkan sistem pengujian yang lebih profesional, transparan, dan terintegrasi secara digital.
Langkah strategis ini dibahas dalam forum dialog bersama akademisi, industri, hingga organisasi profesi di Jakarta, Rabu (11/3).
BACA JUGA:Darurat Pangan Ilegal di Jakarta, BPOM Temukan Banyak Pelanggaran Saat Sidak
Forum ini menjadi wadah serap aspirasi guna memastikan standar pengujian obat dan makanan di Indonesia mampu bersaing di level global.
Kepala PPPOMN, Mimin Jiwo Winanti, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan laboratorium adalah harga mati yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Partisipasi para stakeholder sangat penting. Kami tidak bisa berjalan sendiri, butuh masukan dari industri dan akademisi untuk terus melakukan perbaikan," ujar Mimin.
Salah satu lompatan besar yang diunggulkan BPOM adalah integrasi layanan melalui aplikasi INFALABS.
Melalui laman infalabs.pom.go.id, para pelaku usaha dan mitra kini bisa mengakses layanan laboratorium dengan lebih efisien tanpa harus birokrasi yang berbelit.
Melalui INFALABS, pengguna dapat mengakses delapan jenis layanan unggulan, antara lain:
- Baku Pembanding: Penyediaan standar kimia dan mikrobiologi.
- Uji Profisiensi: Penilaian kinerja laboratorium.
- Pelatihan Teknis: Peningkatan kompetensi personel laboratorium.
- Kalibrasi Alat: Memastikan akurasi perangkat pengujian.
- Layanan Lot Release: Pengujian khusus untuk vaksin.
- Layanan Hewan Uji: Pendukung riset dan pengujian keamanan.
BACA JUGA:BPKH-Muhammadiyah Perkuat Kampanye Green Hajj, Dorong Haji Peduli Lingkungan
Sekretaris Utama BPOM, Jayadi, menekankan bahwa orientasi pengembangan PPPOMN bukan semata-mata mengejar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Meskipun kontribusi PNBP dari sektor ini masih tergolong kecil, fokus utama tetap pada kualitas perlindungan masyarakat.
"Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat dan stakeholder mendapatkan layanan yang cepat, tepat, dan memberikan kepuasan. Pelayanan publik harus dievaluasi dan diperbaiki secara konsisten," tegas Jayadi.
Dengan sistem pengujian yang makin andal dan transparan, BPOM berharap industri obat dan makanan di dalam negeri semakin percaya diri.
- 1
- 2
- »




