Jakarta (ANTARA) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk siap melayani sekitar 3,53 juta kendaraan yang diproyeksikan melintas keluar Jabotabek melalui empat gerbang tol (GT) utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa, pada periode H-10 sampai H+10 Lebaran 2026 atau selama 21 hari.
"Untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi operasional layanan Lebaran 2026 yang mencakup pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Rivan mengatakan proyeksi pergerakan lalu lintas selama periode Lebaran disusun berdasarkan analisis data historis serta pemantauan yang dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).
Pusat kendali tersebut dilengkapi dengan teknologi pemantauan visual, serta didukung pemanfaatan machine learning dan artificial intelligence (AI) untuk membaca pola pergerakan lalu lintas dari waktu ke waktu.
Kemudian, menjadi dasar bagi Jasa Marga dalam melakukan rekayasa lalu lintas secara lebih responsif dan efektif.
Sebagai bagian dari upaya mendukung distribusi lalu lintas, Jasa Marga menyiapkan empat jalur fungsional pada sejumlah ruas jalan tol, yaitu Jakarta-Cikampek II Selatan (Sadang-Setu) sepanjang 52 km, Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km, Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 12,225 km, dan Probolinggo-Banyuwangi Tahap I (Probolinggo–Situbondo Barat) 49,68 km.
Untuk mendukung pelayanan operasional selama periode Lebaran, Jasa Marga menyiagakan berbagai armada layanan jalan tol, antara lain 124 unit mobile customer service (MCS), 55 unit ambulans, 37 kendaraan rescue, 199 unit derek, serta 101 kendaraan patroli jalan raya (PJR) yang dilengkapi lima tim urai kepadatan lalu lintas.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiagakan 470 petugas on call di gerbang tol, 736 unit mobile reader, 18.000 rubber cone, empat unit crane, 188 unit obstacle avoidance barrier (OAB), 121 titik layanan top up tunai, 14 tim teknisi peralatan tol, serta 29 titik posko operasional yang tersebar di berbagai ruas jalan tol Jasa Marga Group.
Kelancaran operasional selama periode Lebaran juga didukung oleh sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta badan usaha jalan tol lainnya.
Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengendara dalam keadaan optimal, serta mematuhi peraturan lalu lintas dan arahan petugas agar perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman dan nyaman.
Baca juga: Jasa Marga: 14 persen kendaraan telah keluar Jakarta
Baca juga: Jasa Marga akan berlakukan diskon tarif 30 persen di 9 ruas tol
Baca juga: Tol Japek II Selatan akan difungsionalkan pada arus balik Lebaran
"Untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi operasional layanan Lebaran 2026 yang mencakup pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Rivan mengatakan proyeksi pergerakan lalu lintas selama periode Lebaran disusun berdasarkan analisis data historis serta pemantauan yang dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).
Pusat kendali tersebut dilengkapi dengan teknologi pemantauan visual, serta didukung pemanfaatan machine learning dan artificial intelligence (AI) untuk membaca pola pergerakan lalu lintas dari waktu ke waktu.
Kemudian, menjadi dasar bagi Jasa Marga dalam melakukan rekayasa lalu lintas secara lebih responsif dan efektif.
Sebagai bagian dari upaya mendukung distribusi lalu lintas, Jasa Marga menyiapkan empat jalur fungsional pada sejumlah ruas jalan tol, yaitu Jakarta-Cikampek II Selatan (Sadang-Setu) sepanjang 52 km, Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km, Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 12,225 km, dan Probolinggo-Banyuwangi Tahap I (Probolinggo–Situbondo Barat) 49,68 km.
Untuk mendukung pelayanan operasional selama periode Lebaran, Jasa Marga menyiagakan berbagai armada layanan jalan tol, antara lain 124 unit mobile customer service (MCS), 55 unit ambulans, 37 kendaraan rescue, 199 unit derek, serta 101 kendaraan patroli jalan raya (PJR) yang dilengkapi lima tim urai kepadatan lalu lintas.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiagakan 470 petugas on call di gerbang tol, 736 unit mobile reader, 18.000 rubber cone, empat unit crane, 188 unit obstacle avoidance barrier (OAB), 121 titik layanan top up tunai, 14 tim teknisi peralatan tol, serta 29 titik posko operasional yang tersebar di berbagai ruas jalan tol Jasa Marga Group.
Kelancaran operasional selama periode Lebaran juga didukung oleh sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta badan usaha jalan tol lainnya.
Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengendara dalam keadaan optimal, serta mematuhi peraturan lalu lintas dan arahan petugas agar perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman dan nyaman.
Baca juga: Jasa Marga: 14 persen kendaraan telah keluar Jakarta
Baca juga: Jasa Marga akan berlakukan diskon tarif 30 persen di 9 ruas tol
Baca juga: Tol Japek II Selatan akan difungsionalkan pada arus balik Lebaran





