Sejumlah pabrikan di dalam negeri tengah memantau situasi konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran yang masih berlangsung hingga kini. Timur Tengah merupakan salah satu kawasan dengan tujuan negara ekspor merek otomotif, tak terkecuali Suzuki.
“Sampai dengan saat ini aktivitas ekspor kami masih terus berjalan dan tidak ada penghentian pengiriman secara menyeluruh ke berbagai negara tujuan,” buka 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Ismi Saputra di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Selain potensi adanya penyesuaian permintaan negara tujuan ekspor, eskalasi tersebut juga memicu melonjaknya biaya logistik yang terkait hasil industri otomotif Indonesia. Suzuki Indonesia berharap ketegangan dua kubu besar itu segera mereda.
"Jadi kami masih memasang target ekspor serupa seperti tahun lalu. Untuk mobil itu sekitar 60 ribu unit dan motor sekitar 30 ribu unit, kita berharap tahun ini bisa kembali mencapai angka tersebut atau bahkan lebih," kata Donny.
Namun satu sisi, Donny mengunggulkan ekosistem industri milik Suzuki Indonesia yang sudah terbentuk secara matang. Pabrikan yang selama ini mengandalkan pasar domestik lewat produk yang sebagian besar sudah dibuat di Tanah Air.
“Kalau dilihat, hampir 90 persen kontribusi penjualan kami berasal dari produk yang diproduksi di dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal yang cukup tinggi. Ini berkat mitra penyuplai lokal kami yang menjaga rantai pasok," paparnya.
"Kami masih berkomunikasi secara intensif dengan beberapa mitra logistik kami untuk melihat apakah ada perubahan signifikan yang memerlukan langkah mitigasi. Namun kami tetap memantau perkembangan situasi,” tandas Donny.
Produksi Suzuki Indonesia tembus 3,2 juta unit mobilPT Suzuki Indomobil Motor (SIM) baru saja merayakan pencapaian produksi kendaraan roda empat sebanyak 3,2 juta unit pada penghujung 2025 kemarin. Mengukuhkan posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global Suzuki setelah Jepan serta India.
"Kami akan terus menyediakan kendaraan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan kami serta komitmen terhadap kualitas," kata Presiden Direktur PT SIM, Minoru Amano di acara seremoni ekspor Suzuki Fronx dan Satria di Cikarang, Selasa (18/11/2025).
Selama lebih dari lima dekade, Suzuki memantapkan diri melalui investasi yang konsisten dan peningkatan kapasitas produksi. Dengan total investasi lebih dari Rp 22 triliun, Suzuki kini mengoperasikan empat fasilitas manufaktur sebagai pusat produksi model mobil dan motor Suzuki.
Capaian 3,2 juta unit mobil buatan Indonesia tidak lepas dari kontribusi lebih dari 4.700 tenaga kerja lokal serta dukungan lebih dari 800 perusahaan pemasok komponen domestik. Sekitar 32 persen di antaranya merupakan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain melayani pasar domestik, Suzuki Indonesia telah aktif melakukan ekspor sejak 1993. Hingga kini, lebih dari 800 ribu mobil buatan Indonesia telah dikirim ke pasar internasional, mulai dari Asia hingga Amerika Latin, Eropa, dan Oceania. Modelnya meliputi Ertiga, XL7, APV, dan Carry.
Memasuki fase baru, Suzuki menargetkan ekspor lebih dari 30 ribu unit dalam tiga tahun mendatang untuk model Fronx ke negara-negara ASEAN. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi Suzuki untuk memperkuat Indonesia sebagai regional hub dalam rantai pasok dan distribusi kendaraan rakitan Suzuki.
"Ini akan menjadi sebuah hal yang signifikan untuk memperkuat bisnis ekspor Suzuki di Indonesia, mengikuti perkembangan domestik yang berhasil. Mari kita membuat kendaraan di Indonesia dengan kebanggaan," tuntas Amano.




