PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali dipercaya mengerjakan proyek rumah sakit di luar Pulau Jawa. Kali ini Perseroan akan melaksanakan konstruksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo di Maluku dengan nilai kontrak sebesar Rp217,97 miliar.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya mengatakan, pembangunan RSUD tersebut menunjukkan negara hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata. Masyarakat di daerah tertinggal pun sudah sangat menantikannya.
"Kalau rumah sakit (RS) terbangun, maka 60-70 persen kasus RS tidak perlu dirujuk. Ini akan sangat bagus untuk mereka," ujar dia.
Dirinya melanjutkan, pengerjaan RSUD Cendrawasih Dobo merupakan bagian dari Program Percepatan Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ditargetkan sebanyak 66 RS bisa diperbarui dari kelas D menjadi C.
"Tahun lalu sudah 22 RS dibangun. Buktinya ada, tahun lalu tanahnya masih rata tahun ini sudah berdiri dengan megah, sudah berdiri RS membanggakan," tutur Azhar.
Baca Juga: Waskita Karya Rampungkan Rehabilitasi SPAM di Bener Meriah Aceh Usai Bencana, Berfungsi Penuhi Kebutuhan Air Bagi 3.000 KK
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, bangunan RSUD akan diselesaikan dalam waktu 10 bulan. Dimulai dari Maret sampai akhir Desember 2026 mendatang.
"Suatu kebanggaan bagi Waskita Karya dapat terus terlibat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini secara tepat waktu dan memperhatikan standar mutu, agar masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru khususnya Kecamatan Pulau-Pulau Aru bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang lengkap tanpa harus menempuh jarak jauh," ujar Ermy dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, sebelumnya RSUD Cendrawasih Dobo sudah lama beroperasi. Hanya saja kapasitas dan fasilitas yang dimiliki masih terbatas, sehingga perlu penambahan gedung baru.
Rencananya Waskita Karya akan membangun gedung baru seluas 8.438 meter persegi (m2) di atas lahan sebesar 36.185 m2. Letaknya tepat di bagian depan kawasan RSUD dan dapat diakses langsung dari jalan utama.
"Bangunan rumah sakit ditempatkan di bagian depan site untuk memastikan aksesibilitas maksimal. Utamanya bagi pasien rawat jalan dan layanan gawat darurat, karena posisi ini memudahkan ambulans dan pengunjung memasuki fasilitas medis tanpa harus masuk jauh ke dalam kawasan," jelasnya.
Pada konsep desain, lanjut dia, Waskita Karya menciptakan lingkungan terapi yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien atau healing environment. Perseroan pun berupaya meningkatkan patient experience atau pengalaman pasien dan keluarganya agar mendapatkan manfaat kesehatan positif dan berkelanjutan.
"Waskita memilih material finishing interior dan furnitur berwarna pastel guna mencapai kesan ruang alami, hangat, dan menenangkan. Lalu material nontekstur dan anti bakteri juga dipilih supaya interior RS mudah dibersihkan dan selalu higienis," tutur Ermy.
Sebagai BUMN penyedia jasa konstruksi yang berpengalaman lebih dari 65 tahun, tegas dia, Waskita Karya akan terus mendukung seluruh program pemerintah serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengerjaan proyek infrastruktur. Sebelumnya, Perseroan juga telah dipercaya mengerjakan dua rumah sakit yang masuk PHTC, yaitu RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Kubu Raya di Kalimantan Barat dan RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung di Kalimantan Utara.





