Bongkar Dugaan Mafia Solar Subsidi, Anggota DPRD Jember dikeroyok Saat Kejar Truk

realita.co
4 jam lalu
Cover Berita

JEMBER (Realita) - Anggota DPRD Jember dari Fraksi NasDem, David Handoko Seto, mengungkap dugaan praktik mafia solar subsidi di sebuah SPBU kawasan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu dini hari (14/03/2026).

Upaya David membongkar dugaan penimbunan BBM bersubsidi itu justru berujung aksi brutal setelah dirinya dikeroyok sekelompok pemuda usai terlibat kejar-kejaran dengan sebuah truk pengangkut solar.
David menceritakan peristiwa bermula saat David menerima laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan di SPBU tersebut sekitar pukul 01.00 WIB. Ia kemudian turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang diterimanya.
Saat tiba di lokasi, David mengaku mendapati sebuah truk tengah mengisi solar subsidi dalam jumlah besar. Di bak kendaraan itu terdapat empat tangki berukuran besar yang diduga disiapkan untuk menampung solar.
“Saya cek langsung ke lokasi dan ternyata benar ada truk yang sedang mengisi solar dalam jumlah besar. Dari situ saya langsung menghubungi Ketua Iswarna Migas Jember, Muhammad Iqbal,” kata David.
Merasa ada indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, David kemudian menghubungi Polsek Sumbersari agar kendaraan tersebut diamankan sebagai barang bukti. Ia menilai aktivitas pengisian tersebut sangat mencurigakan.
Namun situasi mendadak berubah. Sopir truk yang semula berada di lokasi tiba-tiba menghilang. Sekitar 15 menit kemudian, truk tersebut justru distarter dan langsung melarikan diri dari area SPBU.
David pun langsung melakukan pengejaran terhadap kendaraan tersebut.
“Sopirnya tiba-tiba menghilang, sekitar 15 menit kemudian truk itu distarter dan langsung kabur. Saya langsung mengejar,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Segel SPBU di Jember, Diduga Terlibat Penyalahgunaan BBM Subsidi

Aksi kejar-kejaran berlangsung dari kawasan Sumbersari hingga Ambulu. David mengaku kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi yang diperkirakan mencapai 80 hingga 100 kilometer per jam.

Di Pasar Ambulu, David sempat mencoba menghentikan truk dengan memotong jalur kendaraan. Namun upaya tersebut gagal karena sopir truk justru menabrak mobilnya dan kembali melarikan diri.

Pengejaran pun terus berlanjut hingga masuk ke jalan-jalan kampung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya aparat dari Polsek Sumbersari ikut melakukan pengejaran.

“Saya sempat memotong jalur di Pasar Ambulu supaya truk itu berhenti, tapi malah mobil saya ditabrak lalu kabur lagi,” kata David.

Ketika berada di jalan raya dekat jembatan besi wilayah Ambulu, truk tersebut tiba-tiba melambat. David mengira di depan sudah ada aparat kepolisian yang siap menghentikan kendaraan tersebut.

Namun yang terjadi justru di luar dugaan. Di lokasi tersebut telah berkumpul sekitar 15 pemuda dengan sejumlah sepeda motor yang diduga merupakan bagian dari jaringan pelaku.

Baca juga: Terdakwa Perkara Solar Ilegal yang Nilainya Miliaran Rupiah di Gresik, cuma Divonis 3 Bulan

Bukannya membantu menghentikan truk, kelompok pemuda tersebut justru menyerang David.

“Saya pikir mereka mau membantu menghentikan truk, ternyata malah mengeroyok saya. Saya dipukul berkali-kali di situ,” ungkapnya.

Dalam situasi kacau itu, mobil yang dikendarai David juga sempat menabrak pagar pembatas jalan. Ia menduga truk tersebut tidak bekerja sendiri karena ada kendaraan lain yang diduga mengawal sejak dari SPBU.

Selain dugaan pengeroyokan, David juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam aktivitas pengisian solar di SPBU Tegal Besar. Pengisian dilakukan pada dini hari, sementara menurutnya SPBU tersebut tidak beroperasi selama 24 jam.

Ia juga menilai lampu di area pengisian sengaja dimatikan saat proses pengisian berlangsung.

“Kalau ini resmi, kenapa harus dilakukan tengah malam dan lampunya dimatikan. Itu yang menjadi pertanyaan besar,” ujarnya.
David mengaku juga menemukan puluhan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi dari instansi pertanian di ponsel petugas SPBU yang diduga digunakan untuk memuluskan pembelian solar subsidi dalam jumlah besar.

Atas peristiwa tersebut, David memastikan telah melaporkan dua dugaan tindak pidana ke Polres Jember, yakni dugaan penjualan ilegal BBM bersubsidi serta dugaan percobaan pembunuhan terhadap dirinya.

“Saya sudah membuat laporan polisi di Polres Jember. Saya yakin aparat bisa mengungkap siapa yang berada di balik jaringan ini,” pungkas Davi. (R-dy).

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Sahroni: Aksi Teror Tak Baik Bagi Demokrasi
• 14 jam laludetik.com
thumb
Meriahkan Kampung Ramadan, Taro Ajak Keluarga Berpetualang Dalam Kebaikan
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polda Metro Patroli Dialogis di Stasiun Gambir, Pastikan Mudik Lebaran Aman
• 3 jam laludetik.com
thumb
Novel Baswedan Apresiasi Polri Investigasi Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
• 21 jam laludetik.com
thumb
Pada Ramadhan 203 PMI non-prosedur dideportasi dari Malaysia via Dumai
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.