Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meninjau kesiapan arus mudik di Command Center KM 29, Cikarang Utara, Sabtu (14/3). Dedi menyebut Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan volume kendaraan secara signifikan.
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan jika kondisi jalanan memenuhi indikator tertentu, salah satunya, peningkatan jumlah volume kendaraan dalam satu jam.
"Malam ketika nanti sudah dianalisa arus lalu lintas yang melalui Cikampek ini sudah di atas 6.000 kendaraan per jam, maka akan dilakukan rekayasa one way dan juga rekayasa-rekayasa lainnya," ujar Dedi usai meninjau Command Center di KM 29, Cikarang Utara, Sabtu (14/3).
Selain one way, Polri juga telah menyiagakan skema contraflow. Dedi menegaskan bahwa persiapan dilakukan jauh sebelum diskresi tersebut dieksekusi di lapangan.
"Contraflow ini dipersiapkan, diantisipasi tiga jam sebelum diskresi itu dilakukan. Tadi sudah dipersiapkan apabila nanti sore kemungkinan terjadi kepadatan keluar dari Jakarta ke arah Cikampek maka akan dilaksanakan contraflow," jelasnya.
Secara umum, pantauan udara menunjukkan arus keluar Jakarta masih terkendali dan lancar hingga hari kedua Operasi Ketupat 2026. Namun, koordinasi antara setiap kepala posko dan Kakorlantas terus diperketat melalui data riil di lapangan agar pengambilan keputusan manajemen rekayasa bisa dilakukan secara tepat.





