Dokter Ortopedi Ungkap Pemicu Utama Cedera: Bukan Pertandingan, tapi Kurang Istirahat

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

KEDISIPLINAN dalam proses pemulihan (recovery) fisik pascapertandingan kini menjadi alarm keras bagi stabilitas karier atlet profesional di Indonesia. Kelalaian dalam menaati protokol istirahat dan nutrisi disebut sebagai faktor utama yang memicu cedera serius di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sport Injury Rumah Sakit (RS) Atma Jaya, Petrasama, menegaskan bahwa seorang atlet profesional dilarang keras menyepelekan fase pemulihan. Menurutnya, tubuh yang dipaksa bekerja tanpa jeda istirahat yang cukup akan kehilangan ketahanan alaminya.

Fokus pada Disiplin Istirahat

"Recovery yang terkadang terlewatkan adalah kurangnya istirahat setelah melalui pertandingan yang sengit," ujar dr. Petrasama dalam seremoni Grand Opening Sport Clinic bertajuk "Integrated Sports Medicine: From Injury To Recovery" di RS Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Baca juga : Bareskrim Usut Dugaan Kekerasan Seksual Eks Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ia menjelaskan bahwa tuntutan performa tinggi di setiap laga membuat atlet memiliki beban fisik yang jauh lebih berat dibandingkan masyarakat umum. Oleh karena itu, ketaatan pada protokol kesehatan dan asupan gizi bukan lagi sekadar anjuran, melainkan kewajiban mutlak bagi mereka yang menggantungkan hidup di dunia olahraga profesional.

Tren Cedera Paling Sering Muncul

Berdasarkan data medis terkini, dr. Petrasama mengungkapkan tiga titik lemah yang paling sering mengalami cedera, baik pada atlet maupun masyarakat awam:

  • Lutut (ACL/Meniscus)
  • Bahu
  • Punggung
Edukasi untuk Masyarakat Awam

Tak hanya bagi profesional, dr. Petrasama juga memberikan peringatan bagi masyarakat yang gemar berolahraga. Ia menekankan pentingnya teknik yang benar dan durasi pemanasan (warming up) yang ideal sesuai dengan intensitas olahraga yang akan dijalani.

Ia menyarankan durasi pemanasan dilakukan selama 15 hingga 30 menit. "Kemudian pastikan olahraga tidak dilakukan dalam kondisi tubuh yang sudah lelah, baik karena beban kerja maupun kelelahan lainnya. Hal ini krusial untuk meminimalkan risiko cedera," pungkasnya.

Faktor Risiko Dampak Jika Diabaikan Kurang Istirahat Otot mengalami fatigue kronis dan rentan robek. Nutrisi Buruk Proses regenerasi sel jaringan tubuh melambat. Pemanasan Singkat Sendi dan ligamen belum siap menerima beban kejut.

(Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Beri Atensi Khusus Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Kakorlantas: Operasi Ketupat Bukan Sekadar Pengaturan Lalu Lintas Biasa, Melainkan..
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Sambut Idul Fitri, anak yatim di Jayapura dapat baju Lebaran
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Borussia Moenchengladbach vs St Pauli: Gladbach Menang, Kevin Diks Solid
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
WNI Terdampar karena Perang Iran Vs AS-Israel, Kemlu: Secara Bertahap Difasilitasi untuk Dipulangkan
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.