Danantara dan Kemdiktisaintek perkuat riset industri semikonduktor RI

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan memperkuat fondasi riset dan ekosistem industri semikonduktor nasional dari hulu hingga hilir.

Kedua pihak berkolaborasi menggelar workshop bertajuk "Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional", yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta pelaku industri, untuk menyusun arah pengembangan yang lebih terintegrasi.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, menegaskan bahwa momentum pengembangan semikonduktor nasional justru terbuka lebar di tengah lahirnya babak baru industri global.

“Tidak ada kata terlambat dalam membangun industri semikonduktor nasional. Saat ini dunia memasuki babak baru, khususnya pada pengembangan AI chip. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk pada momentum yang tepat dengan landasan kolaborasi, penguatan talenta, dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Sigit.

Menurut dia, pengembangan ekosistem semikonduktor nasional membutuhkan orkestrasi yang kuat, mulai dari penetapan daftar produk prioritas, desain, kesiapan fabrikasi, pengembangan SDM, hingga penyusunan model bisnis dan valuasi ekonomi.

Baca juga: Danantara jalankan penguatan tata kelola dan penataan fundamental BUMN

Dalam kesempatan sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung penuh dari sisi regulasi dan standardisasi agar pengembangan semikonduktor nasional bergerak cepat menuju tahap komersial.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah kejelasan produk prioritas, desain, roadmap, dan pembagian peran yang terorkestrasi dengan baik,” ujar Brian.

Ia memastikan, pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi dan standardisasi, sementara industri perlu berada di garda depan karena yang sedang dibangun bukan lagi semata proyek riset, melainkan proyek investasi yang harus menghasilkan produk yang layak secara ekonomi dan memungkinkan secara komersial.

Menurutnya, pengembangan industri semikonduktor nasional memerlukan kerja sama erat lintas pemangku kepentingan.

“Perguruan tinggi dan lembaga penelitian diharapkan tetap menjadi sumber inovasi dan penguatan basis teknologi, sementara industri memegang peran penting dalam mengarahkan kebutuhan pasar, mempercepat adopsi, dan memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar memiliki kelayakan ekonomi,” ujar Brian.

Penguatan ekosistem ini sejalan dengan langkah Indonesia dalam membangun fondasi industri semikonduktor nasional melalui kemitraan strategis dengan industri global.

Kolaborasi kedua pihak bertujuan memperkuat kapabilitas nasional dalam rantai nilai semikonduktor, khususnya pada penguasaan desain chip dan pengembangan produk, sekaligus membuka ruang penguatan kapasitas dan kompetensi talenta semikonduktor di lingkungan industri maupun perguruan tinggi Indonesia.

Baca juga: Danantara target pembentukan holding maskapai BUMN rampung semester I

Baca juga: BRIN dan Danantara perkuat sinergi riset percepat hilirisasi nasional

Kegiatan workshop ini, menargetkan tiga output utama, diantaranya penetapan produk semikonduktor prioritas, penyusunan rencana pengembangan talenta, serta perumusan peta jalan kolaborasi lima tahun untuk mempercepat hilirisasi serta penguatan ekosistem semikonduktor nasional.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mempercepat lahirnya produk-produk semikonduktor unggulan Indonesia yang siap masuk ke tahap pengembangan lanjutan, industrialisasi, dan pemanfaatan nyata di sektor-sektor strategis nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah Dikabarkan Meninggal, Netanyahu Rilis Pidato Perdana Usai Perang Iran
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Wanti-wanti Ancaman Krisis Polusi Udara, Kemendagri Dorong Pengendalian Berbasis Data dan Kerja Sama Daerah
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah PT BPR Koperindo
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perusahaan Alat Medis AS Diserang Hacker, Perangkat Karyawan Tiba-tiba Dinonaktifkan
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Hal- hal yang Membatalkan Itikaf Ramadan 2026, Salah Satunya Keluar dari Masjid
• 20 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.