JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah calon pemudik mengaku memilih menggunakan bus untuk pulang kampung karena biayanya lebih murah dibandingkan moda transportasi lainnya, terutama pesawat yang tarifnya melonjak menjelang Lebaran.
Salah satunya Rudi (27), pemudik asal Palembang. Ia memilih bus karena harga tiket pesawat meningkat cukup tinggi saat musim mudik.
"Kalau bus ada kenaikan juga sebenarnya ya 60 persen dari Rp 300.000 menjadi Rp 650.000, kalau pesawat bisa dua kali lipat untuk pulang, bisa Rp 1,5 juta dan tiket susah," kata Rudi saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Sabtu (14/3/2026).
Baca juga: H-6 Lebaran, Terminal Kampung Rambutan Mulai Dipadati Pemudik
Rudi menjelaskan, meski sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri, tiket bus masih relatif tersedia sehingga memudahkan pemudik untuk mendapatkan perjalanan pulang kampung.
"Ya kalau ingin sih naik pesawat, karena lebih cepat. Kalau naik bus bisa sampai 13 jam. Tapi, karena tiket pesawat mahal, saya pilih yang lebih merakyat saja. Lagi pula kalau bus kan selalu tersedia," jelasnya.
Hal senada disampaikan Rani (40), pemudik asal Lampung. Ia juga memilih bus karena harga tiket pesawat meningkat tajam saat Lebaran.
"Kalau bukan Lebaran, tiket pesawat masih ada yang Rp 1 juta bahkan di bawah itu. Nah, kalau Lebaran harganya makin naik. Kalau tidak salah ada yang sampai Rp 1,5 juta, bahkan lebih," jelasnya.
Selain harga, ketersediaan tiket juga menjadi pertimbangan Rani menggunakan bus untuk kembali ke Lampung.
"Kalau mudik, yang selalu tersedia itu bus. Jadi meskipun harganya naik, tidak setinggi tiket pesawat," ungkapnya.
Baca juga: Menjelang Puncak Mudik, Penumpang di Terminal Kalideres Naik hingga 20 Persen
Rani menambahkan, ia tidak membawa banyak bingkisan untuk keluarganya di kampung halaman. Ia memilih membeli kebutuhan Lebaran setibanya di Lampung.
Adapun Terminal Kampung Rambutan mulai dipadati penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada H-6 Lebaran, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, ruang tunggu terminal tampak ramai oleh calon pemudik yang membawa koper dan tas besar.
Sejumlah bus yang baru tiba juga langsung dipenuhi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan. Sementara itu, para sopir bus terlihat turun dari kendaraan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum kembali bertugas.
Di sekitar terminal, petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan berjaga di pos pengamanan.
Kepolisian juga melakukan patroli di area terminal, termasuk berkeliling bersama anjing pelacak untuk mengantisipasi potensi tindak kejahatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




