Jangan Asal Ngecas! Ini Jenis EV Charger yang Sesuai Kapasitas Baterai Mobil Listrik

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Tren penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat seiring dengan perluasan infrastruktur pengisian daya yang didorong oleh PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra.
 
Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami perbedaan jenis charging station yang tersedia serta kesesuaiannya dengan kapasitas baterai kendaraan listrik. Terlebih pada musim mudik tahun ini, ada baiknya kamu mengetahui rinci perbedaan jenis charging station.
 
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada edukasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan yang tepat.

"Dengan memahami jenis charging station yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan proses pengisian daya sesuai kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026. Jenis charging station kendaraan listrik Secara umum, terdapat empat jenis charging station yang dapat digunakan oleh kendaraan listrik sesuai dengan kapasitas daya dan kebutuhan pengisian baterai.
 
1. Standard charging
Standard Charging merupakan metode pengisian daya menggunakan arus bolak-balik atau alternating current (AC) dengan kapasitas 7 kW ke bawah. Proses pengisian daya dengan metode ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 jam, tergantung pada kapasitas baterai kendaraan.
 
Jenis pengisian ini paling banyak digunakan di rumah (home charging) dan cocok untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai kecil maupun kendaraan plug-in hybrid.
 
2. Medium charging
Medium Charging juga menggunakan arus AC dengan kapasitas daya lebih dari 7 kW hingga 22 kW. Dengan kapasitas yang lebih besar, waktu pengisian daya dapat berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam.
 
Fasilitas ini umumnya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik, sehingga cocok digunakan ketika kendaraan diparkir dalam waktu beberapa jam. Pengisian daya jenis ini biasanya menggunakan perangkat wallbox charger.
 
3. Fast charging
Fast Charging menggunakan arus searah atau direct current (DC) dengan kapasitas daya lebih dari 22 kW hingga 50 kW. Dengan teknologi ini, pengisian daya baterai kendaraan listrik dapat mencapai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit.
 
Fasilitas ini biasanya tersedia di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan sangat cocok digunakan saat perjalanan jarak jauh atau di lokasi dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.
 
4. Ultra fast charging
Ultra Fast Charging juga menggunakan arus DC dengan kapasitas daya di atas 50 kW. Dengan kapasitas tersebut, pengisian daya kendaraan listrik dapat dilakukan dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit.
 
Jenis pengisian ini sangat ideal bagi kendaraan listrik dengan kapasitas baterai besar yang membutuhkan pengisian cepat selama perjalanan.
 
Dengan mengetahui jenis charging station kamu dapat mengoptimalkan proses pengisian daya sesuai kebutuhan kendaraanmu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ESG Investing: Investasi Berkelanjutan atau Sekadar Label Baru?
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
5 Tips yang Perlu Kamu Lakukan untuk Tampil Glowing dan Flawless di Hari Lebaran
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sehari Sebelum Meninggal, Vidi Aldiano Diam-diam Sumbangkan Sound System untuk Masjid
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo: Kekayaan Alam Indonesia Milik Bangsa Bukan Pengusaha
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Hindari Lonjakan Penumpang, Pemudik Pilih Berangkat Lebih Awal
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.