Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Garut
Arus kendaraan di jalur Nagreg menuju Garut pada awal periode mudik Lebaran 2026 masih terpantau normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Panit Lantas Polsek Kadungora, Ibrahim Mezar, mengatakan hingga saat ini arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Garut maupun sebaliknya masih terbilang lancar.
Menurutnya, pihak kepolisian belum mencatat lonjakan jumlah kendaraan secara signifikan sejak dimulainya pemantauan arus mudik pada 13 Maret 2026. Data pasti jumlah kendaraan yang melintas belum tersedia karena sebelumnya pencatatan dilakukan oleh Dinas Perhubungan.
“Untuk jumlah kendaraan secara akurat kami memang belum memiliki data karena sebelumnya dihitung oleh Dinas Perhubungan. Namun berdasarkan pemantauan di lapangan, arus lalu lintas masih normal dan belum ada lonjakan berarti,”ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima tvrinews di Posko Pengamanan Pelayanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 Pospam Kadungora-Polres Garut, Kabupaten Garut, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga tidak jauh berbeda dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Saat ini arus mudik masih berada pada fase awal sehingga peningkatan volume kendaraan belum terlalu terlihat.
“Ini masih H-2 dari masa libur, jadi pergerakan kendaraan masih normal. Lonjakan kemungkinan baru akan terjadi setelah libur sekolah dan libur karyawan di berbagai perusahaan,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian memprediksi puncak arus kendaraan di jalur Nagreg–Garut akan terjadi pada 18 Maret 2026. Peningkatan kendaraan diperkirakan mulai terlihat sejak malam hari sebelumnya.
“Perkiraan kami puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret. Lonjakan kendaraan kemungkinan sudah mulai terasa sejak malam sebelumnya,”lanjutnya.
Jalur Nagreg selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan bagi pemudik yang melintas menuju wilayah timur Jawa Barat. Beberapa titik yang kerap menjadi penyebab kepadatan antara lain kawasan pabrik di wilayah Limbangan, Pasar Limbangan, serta jalur tanjakan yang cukup curam di sejumlah titik.
Selain itu, kepadatan juga sering terjadi di jalur menuju Kadungora yang memiliki kontur jalan menanjak serta persimpangan yang cukup padat aktivitas kendaraan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan one way situasional di beberapa titik jika terjadi kepadatan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Garut maupun sebaliknya.
Rekayasa lalu lintas tersebut juga akan diberlakukan jika terjadi limpahan kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju kawasan Limbangan.
Sementara itu, memasuki H-7 arus mudik Lebaran, kondisi cuaca di wilayah Garut dilaporkan diguyur hujan deras disertai petir dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius. Pengendara yang melintas di jalur tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga jarak aman selama perjalanan.
Editor: Redaksi TVRINews





