Profil Andrie Yunus, Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras di Jakarta Pusat

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengejutkan publik. Banyak pihak mulai mencari tahu profil Andrie Yunus yang selama ini dikenal aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM dan reformasi sektor keamanan. 

Sosok Andrie sendiri bukan nama baru di kalangan advokasi hukum publik, karena rekam jejaknya telah terbentuk sejak masih berkecimpung di lembaga bantuan hukum. Sosoknya dikenal aktif berada di garis depan dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan sektor keamanan, kebebasan sipil, dan perlindungan hak masyarakat.

Dalam perannya saat ini, Andrie Yunus dikenal sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Berikut ulasan lengkap mengenai profil Andrie Yunus yang kini menjadi sorotan setelah insiden penyiraman air keras di Jakarta Pusat.

Profil Andrie Yunus

Andrie Yunus merupakan aktivis hak asasi manusia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Dalam peran tersebut, Andrie aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, serta advokasi terhadap korban kekerasan negara.

Andrie merupakan alumnus Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera. Ia menempuh pendidikan di kampus tersebut pada rentang 2016 hingga 2020. Mengutip Kompas.com, Sabtu (14/3/2026), selama menjalani studi hukum, Andrie Yunus juga tercatat sebagai penerima Beasiswa Jentera.

Andrie lulus pada tahun 2020 dengan skripsi yang menyoroti isu penting dalam akses keadilan. Judul skripsi yang ia tulis adalah Peran Paralegal dalam Mewujudkan Persamaan di Hadapan Hukum: Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 292/PID.SUS/2018/PN.PST. 

Sebelum dikenal luas sebagai bagian dari KontraS, Andrie Yunus lebih dulu membangun pengalaman di dunia bantuan hukum. Berdasarkan informasi di akun LinkedIn miliknya, Andrie pernah menjalani sejumlah pengalaman awal sebagai legal intern.

Mengutip Serambinews.com, ia diketahui pernah menjadi Legal Intern di LBH APIK Jakarta. Selain itu, Andrie Yunus juga berpengalaman sebagai Legal Intern di LBH Jakarta. Setelah menjalani masa magang, Andrie Yunus berkarier di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sebagai advokat hukum publik pada 2020 hingga 2022. 

Setelah menyelesaikan kiprahnya di LBH Jakarta, profil Andrie Yunus memasuki babak baru ketika ia bergabung dengan KontraS pada 2022. Di KontraS, ia aktif terlibat dalam berbagai advokasi, kampanye, dan pernyataan sikap organisasi terkait kebijakan negara yang dinilai berdampak pada kebebasan sipil.

Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS. Jabatan tersebut menunjukkan bahwa Andrie Yunus tidak hanya sebagai anggota biasa, tetapi juga berada pada posisi strategis dalam organisasi.

 

Salah satu ciri paling menonjol dalam profil Andrie Yunus adalah sikap kritisnya terhadap kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan sektor keamanan. Ia beberapa kali terlibat dalam advokasi dan kampanye publik terkait isu reformasi sektor keamanan, termasuk kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil.

Pada 2025, Andrie juga sempat menjadi sorotan publik setelah bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang berlangsung tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap proses legislasi yang dinilai tidak transparan.

Selain terlibat dalam aksi publik, Andrie Yunus juga tercatat pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi. Dalam forum tersebut, ia memberikan keterangan dari perspektif masyarakat sipil.

Kronologi Singkat Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Di tengah perhatian terhadap profil Andrie Yunus, publik juga menyoroti kronologi penyerangan yang menimpanya. Berdasarkan informasi awal, Andrie tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. 

Kemudian, dua orang pelaku menghampiri dengan posisi melawan arah di Jalan Talang atau Jembatan Talang menggunakan kendaraan roda dua yang diduga motor matik Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021. Dalam keterangan Dimas, pelaku berjumlah dua orang laki-laki yang beroperasi menggunakan satu motor, masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang.

Ciri pelaku pertama disebut mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua yang duduk di belakang memakai penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan itu, Andrie langsung berteriak kesakitan dan menjatuhkan sepeda motor yang dikendarainya.

Penyiraman air keras tersebut menyebabkan luka serius pada tubuh Andrie. Dalam penjelasan Dimas Bagus Arya, korban mengalami luka terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

Salah satu temuan penting setelah kejadian adalah tidak adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas, baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung. Dalam penilaian KontraS, penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela hak asasi manusia.

Fakta ini menambah perhatian terhadap profil Andrie Yunus, karena serangan tersebut bukan sekadar tindakan kekerasan biasa, melainkan serangan yang berpotensi menimbulkan dampak fisik jangka panjang. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamen HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Diusut Tuntas
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Zhejiang Weiming Kuasai Tender WtE Danantara 2 Lokasi Denpasar-Bogor, Siapa Dia?
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Balapan F1 Bahrain dan Arab Saudi 2026 Terancam Dibatalkan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
AKBP Ananda Fauzi Harahap Serahkan Zakat 352 Personel Polres Barru ke Baznas
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Roy Suryo Sindir Rismon yang Dapat Bingkisan Besar dari Gibran, Troya Geser Bala RRT Terkait Ijazah Jokowi
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.