FAJAR, MAKASSAR — Di bawah lampu Stadion Gelora Kie Raha, pertandingan antara Malut United dan PSM Makassar pada pekan ke-25 kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia berubah menjadi drama enam gol. Skor akhir 3-3 seolah menjadi ringkasan dari laga yang sarat emosi, momentum, dan kejutan. Namun dari semua peristiwa di lapangan, satu momen yang paling membekas justru datang dari kaki gelandang asal Brasil, Sávio Roberto.
Gol yang ia cetak bukan sekadar penyelamat bagi timnya. Tendangan keras dari luar kotak penalti itu juga kembali mengingatkan publik sepak bola Indonesia pada sosok yang selama ini bekerja dalam diam di lini tengah Pasukan Ramang.
Laga sebenarnya sudah berjalan panas sejak babak pertama. Tuan rumah mencoba mengambil kendali permainan, tetapi justru PSM yang lebih dulu mendapatkan momentum. Pada menit ke-38, kesalahan antisipasi dari Yance Sayuri membuat bola berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu membawa PSM unggul lebih dulu.
Keunggulan tersebut hanya bertahan hingga awal babak kedua. Tim tuan rumah bangkit melalui striker andalan mereka, David da Silva, yang mencetak gol penyeimbang pada menit ke-48. Stadion Gelora Kie Raha pun kembali bergemuruh.
Gelombang tekanan Malut United belum berhenti. Lima menit berselang, giliran gelandang kreatif Tyronne del Pino yang mencatatkan namanya di papan skor dan membawa tuan rumah berbalik unggul.
PSM sempat berada dalam situasi sulit. Ketika David da Silva kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-67, banyak yang mengira pertandingan akan sepenuhnya menjadi milik Malut United.
Namun sepak bola sering kali menghadirkan kisah yang berbeda dari dugaan.
Di tengah tekanan tersebut, Sávio Roberto muncul sebagai titik balik permainan. Gelandang bernomor punggung delapan itu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang lawan. Bola meluncur deras ke gawang dan menghidupkan kembali harapan PSM.
Gol itu tidak hanya mengubah dinamika pertandingan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan mental tim. PSM akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol pada menit ke-88 yang memastikan laga berakhir imbang 3-3.
Namun cerita menarik dari gol Sávio Roberto tidak berhenti pada momen pertandingan saja.
Gol yang Mengakhiri Paceklik
Bagi pemain asal Brasil tersebut, gol ke gawang Malut United menjadi penanda berakhirnya masa paceklik. Ia kembali mencetak gol setelah tujuh pertandingan tanpa kontribusi di papan skor.
Musim ini, menurut data dari Transfermarkt, koleksi golnya kini bertambah menjadi empat. Angka yang mungkin tidak terlihat spektakuler bagi seorang penyerang, tetapi cukup berarti bagi gelandang yang lebih sering berperan sebagai pengatur tempo permainan.
Gol terakhirnya sebelum itu tercipta ketika PSM menghadapi Persebaya Surabaya dalam laga yang juga berakhir imbang.
Tanda Baik bagi PSM
Ada satu statistik menarik yang membuat kontribusi Sávio Roberto terasa semakin penting bagi PSM Makassar.
Setiap kali pemain berusia 29 tahun tersebut mencetak gol, tim berjuluk Pasukan Ramang tidak pernah menelan kekalahan. Hal itu terjadi ketika mereka menghadapi beberapa tim kuat seperti Persija Jakarta, Persis Solo, Persebaya Surabaya, hingga laga melawan Malut United.
Statistik semacam ini memang tidak selalu menentukan hasil pertandingan, tetapi sering kali menunjukkan bagaimana kontribusi seorang pemain dapat memberikan dampak psikologis bagi tim.
Dalam konteks PSM, gol Sávio Roberto sering kali hadir pada momen krusial ketika tim membutuhkan dorongan moral.
Produktif di Laga Tandang
Gol ke gawang Malut United juga memiliki makna tersendiri bagi sang pemain. Itu merupakan gol tandang keduanya musim ini.
Bagi seorang gelandang yang lebih sering bekerja sebagai penghubung antar lini, kemampuan mencetak gol di kandang lawan tentu menjadi nilai tambah.
PSM sendiri masih berjuang menjaga posisi di klasemen. Hasil imbang tersebut membuat mereka bertahan di papan tengah, tepatnya di peringkat ke-13.
Jadi Perbincangan Suporter Rival
Menariknya, gol Sávio Roberto juga memancing perhatian di luar lingkaran suporter PSM. Potongan video tendangannya yang beredar di media sosial langsung memicu berbagai komentar dari penggemar klub-klub besar Indonesia.
Beberapa di antaranya datang dari pendukung Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.
Sebagian warganet memuji teknik tendangannya yang bersih serta kemampuannya membaca ruang di lini kedua.
“Pemain yang menjanjikan di lini tengah,” tulis salah satu pengguna media sosial yang mengomentari video gol tersebut.
Komentar semacam itu menunjukkan bagaimana performa seorang pemain bisa dengan cepat menarik perhatian publik sepak bola nasional, terutama ketika momen spektakuler tersebar luas di platform digital.
Talenta yang Bekerja dalam Sunyi
Di tengah sorotan yang sering kali tertuju pada penyerang atau pemain bintang, Sávio Roberto justru tampil sebagai tipe gelandang pekerja keras yang kontribusinya sering kali tidak terlihat secara kasat mata.
Ia bukan pemain yang selalu berada di halaman depan berita. Namun pada malam di Ternate itu, satu tembakan keras dari kakinya cukup untuk mengingatkan bahwa di lini tengah PSM Makassar masih ada talenta Brasil yang mampu mengubah arah pertandingan.
Dan kadang, dalam sepak bola, satu momen seperti itu sudah cukup untuk membuat seorang pemain kembali dibicarakan.





