ISKI Dorong Peran Strategis Komunikasi untuk Kedaulatan Bangsa dan Perdamaian Dunia

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita

Di era digital yang ditandai oleh percepatan teknologi, banjir informasi, dan meningkatnya disinformasi, komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan bangsa. Komunikasi yang berbasis ilmu pengetahuan, etika, dan dialog dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus membangun perdamaian global.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2026-2030 yang berlangsung di Auditorium Prof. Dr. Djayusman, Kampus LSPR Sudirman Park, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut, komunikasi saat ini tidak lagi sekadar aktivitas penyampaian pesan, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan negara di tengah arus globalisasi informasi.

Baca juga: Effendi Gazali dkk Merapat ke Rumah JK, Bahas Jurang Komunikasi

“Karena itu, Sarjana Ilmu Komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa ruang komunikasi publik tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh narasi yang membangun, memperkuat demokrasi, serta memperkaya kehidupan masyarakat,” tegas Atwar yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat ISKI periode 2026-2030 ini.Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) secara resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2026–2030 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi komunitas sarjana komunikasi Indonesia untuk memperkuat peran ilmu komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global di era transformasi digital.

Lihat video: Pakar Komunikasi Politik: Pemerintah Perlu Miliki Protokol Komunikasi BencanaMengusung tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace”, kepengurusan baru ISKI diharapkan mampu memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.

ISKI sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun sarjana komunikasi Indonesia yang berdiri sejak 12 Oktober 1983. Organisasi ini memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu komunikasi serta mengabdikan keahlian para anggotanya bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan secara luas.

Pelantikan pengurus baru ini juga menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Di tengah perkembangan teknologi digital, komunikasi tidak hanya memengaruhi cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga menentukan arah kebijakan publik, dinamika demokrasi, hingga hubungan antarbangsa.

Kepengurusan ISKI periode 2026–2030 diisi oleh kalangan akademisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Selain itu, kepengurusan periode ini juga diisi oleh praktisi dari berbagai perusahaan swasta dan lembaga-lembaga pemerintah. Kepengurusan periode ini akan fokus mengusung sejumlah agenda strategis, di antaranya Penguatan Ekosistem Keilmuan Komunikasi, Peningkatan Literasi Media dan Informasi, Penguatan Diplomasi Komunikasi Indonesia, dan Pengembangan Kompetensi Profesional Sarjana Komunikasi.

Melalui serangkaian program tersebut, ISKI akan mendorong pengembangan riset komunikasi yang relevan dengan isu-isu strategis seperti transformasi digital, komunikasi krisis, komunikasi kebijakan publik, hingga diplomasi komunikasi global. Selain itu, di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi di ruang digital, ISKI berkomitmen memperkuat literasi media masyarakat agar mampu memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

ISKI juga akan mendorong kolaborasi internasional dalam bidang komunikasi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global serta membangun dialog lintas budaya yang berkontribusi pada perdamaian dunia. Melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan kolaborasi lintas sektor, ISKI akan terus meningkatkan kapasitas profesional para sarjana komunikasi agar mampu beradaptasi dengan dinamika industri komunikasi dan media yang terus berkembang.

Selain itu, kepengurusan baru juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, pemerintah, industri media, serta masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat dan produktif.

Tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace” dipilih sebagai refleksi atas peran komunikasi yang semakin strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat solidaritas nasional, serta membangun hubungan internasional yang lebih damai dan berkeadilan.

Melalui kepengurusan baru ini, ISKI berharap dapat terus menjadi ruang kolaborasi bagi para sarjana komunikasi Indonesia untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif mempromosikan dialog, toleransi, dan perdamaian di tingkat global.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Performa MU Melejit di Era Carrick, Jim Ratcliffe Masih Bimbang soal Status Permanen
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketika Sekolah Mematikan Rasa Ingin Tahu
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
JRP Insurance Hadirkan Perlindungan Ekstra bagi Masyarakat di Periode Mudik Tahun Ini
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Benarkah Netanyahu Tewas? Berikut Faktanya
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Lebaran Makin Dekat, Transmart Banjir Diskon Gede Hingga 50%+20%
• 44 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.