Ail Amir & Associates Law Firm Gelar Bukber Sekaligus Rayakan Ultah Anwar Fuady

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Kantor Ail Amir & Associates Law Firm menggelar acara buka puasa bersama di lobby Gedung Gran Rubina Business Park, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

Acara bukber ini juga digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun aktor senior yang juga advokat di Ail Amir & Associates Law Firm, Anwar Fuady yang ke-79 tahun .

Buka puasa ini dihadiri sejumlah relasi dari Ail Amir & Associates Law Firm. Mulai dari pejabat Negara, Menteri, Perwira Tinggi TNI dan Polri hingga Pejabat Mahkamah Agung (MA) dan Kejaksaan.

Selain itu, hadir pula sejumlah klien Ail Amir & Associates Law Firm dari kalangan BUMN dan pengusaha nasional. Serta swasta asing, seperti Jepang, Korea Selatan dan lain-lain.

Sejumlah selebritis yang merupakan kolega dari Anwar Fuady tampak hadir meriahkan acara bukber ini. Di antaranya Roy Martin, Dedy Mizwar dan Dwi Yan.

Advokat senior di Ail Amir & Associates Law Firm, Ari Yusuf Amir selaku tuan rumah memberikan kata sambutan yang mengulas isu hukum dan keadilan di Indonesia.

Ari mengutuk keras peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang dilakukan orang tak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026).

“Saya mengutuk keras penyiraman air keras kepada aktivitis kontraS Andrie Yunus. Ini cara-cara biadab yang harus di usut tuntas oleh aparat Kepolisian,” kata Ari, Sabtu (14/3/2026).

Ari menambahkan, penegakan hukum yang adil adalah fondasi utama negara hukum. Tanpa keadilan, hukum kehilangan legitimasi moralnya dan akan tereduksi menjadi alat kekuasaan yang menindas.

“Negara hukum harus menjamin konsistensi, prediktabilitas, dan non-diskriminasi dalam penerapan hukum,”tegas Ari.

Di Indonesia kata Ari, cita negara hukum masih jauh pangang dari api. Hal itu tergambar dari penurunan Indeks Negara Hukum Indonesia.

Merujuk data World Justice Project, Indeks negara hukum pada 2025 menurun menjadi 0,52 dari 0,53 pada 2024. Angka ini menempatkan Indonesia pada peringkat 69 dari 143 negara.

Penurunan ini, lanjut Ari disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, melemahnya pembatasan kekuasaan. Akibatnya hukum tidak imun dari intervensi kekuasaan.

Kedua melemahnya perlindungan hak fundamental Masyarakat. Ketiga, melemahnya efektivitas peradilan pidana.

Doktor ilmu hukum dari Univesritas Islam Indonesia (UII) ini juga mengkritisi persepsi korupsi di Indonesia yang memburuk.

“Kondisi ini mencerminkan bahwa integritas lembaga penegak hukum masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan keadilan,” ujar Ari.

Ari juga menyinggung hukum pidana yang bergeser dari ultimum remedium. Ari menjelaskan secara prinsip, hukum pidana adalah ultimum remedium, yaitu upaya terakhir dalam menyelesaikan persoalan hukum.

Namun dalam praktik, hukum pidana sering dijadikan alat tekanan untuk menyelesaikan konflik yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui mekanisme lain.

“Banyak sengketa keperdataan seperti wanprestasi atau konflik kontraktual dan lain-lain dipaksakan masuk ke ranah pidana melalui pasal penipuan atau penggelapan,” ujar Kuasa Hukum Nadiem Makarim ini.

Ari juga menyoroti delik Obstruction of justice atau perintangan penyidikan yang dijadikan sebagai alat pembungkaman.

Menurut Ari dalam praktiknya, delik obstruction of justice kerap dipersepsikan menjadi alat pembungkaman yang menyasar advokat, insan pers, dan masyarakat.

“Sementara aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan hakim relatif tidak tersentuh pasal yang sama, sehingga menimbulkan kesan kuat adanya bias kekuasaan dalam penerapannya dan ketimpangan dalam prinsip equality before the law,” ujar kuasa hukum mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong ini.

Sementara itu aktor senior Anwar Fuady menyampaikan rasa syukurnya atas acara buka puasa bersama ini.

Menurut Anwar, dirinya memutuskan bergabung dengan Ail Amir & Associates Law Firm karena melihat sepak terjang Ari Yusuf Amir.

Dimana menurut Anwar, Ari Yusuf Amir bukan pengacara kaleng kaleng, terbukti kliennya mulai dari almarhum Antasari Azhar, kemudian mantan Kabareskrim Susno Duadji, Tom Lembong hingga Nadiem Makarim.

“Saya bergabung dengan Ail Amir & Associates Law Firm karena ini qualified dan paling the best,” ujar Anwar.

Sementara itu Dedy Mizwar yang merupakan rekan dari Anwar Fuady memberikan selamat kepada Anwar Fuady. Dirinya berharap agar Anwar Fuady bisa terus bermanfaat.

“Semoga bang Anwar Fuady tetap sehat,” ucap pemeran Haji Zakaria dalam Film Para pencari Tuhan ini. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Kecam Investigasi Dagang Amerika Serikat, Sebut Langgar Aturan WTO
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DPR Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Diduga Bukan Kriminal Biasa
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Iran Izinkan Kapal Tanker India Melintasi Selat Hormuz
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
PDIP Beri Pesan Menohok ke Polisi Terkait Teror Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Film Bioskop Tayang Lebaran 2026, dari Horor Suzzanna hingga Dokumenter Konser NCT
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.