Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Patriotik dan Suka Menghasut

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto merespons laporan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut ada beberapa ekonom sangsi terhadap daya tahan perekonomian Indonesia, bahkan menghadapi resesi.

Merespons itu, Prabowo menyebut bahwa pengamat atau ekonom model itu tidak patriotik serta digerakkan oleh agenda-agenda di luar kepentingan bangsa.

"Menurut saya itu sikap yang sempit, bukan sikap yang patriotik, mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan," kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna, Jakarta, Jumat (13/3/2026).


Baca: Imbas Perang, Prabowo Bicara Soal RI Hemat BBM Bawa-Bawa Pakistan

Prabowo bahkan berencana menertibkan pihak-pihak yang suka menghasut karena tidak suka dengan cara pemerintah bekerja dan menjaga stablitas ekonomi di dalam negeri.

"Kita mau tertibakan ya, saya juga punya data intelejen, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, tiap hari dapat laporan intel, saya ngerti lah siapa yang biayai-biayai," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ada ekonom yang agak aneh menyebut kondisi perekonomian Indonesia sedang menghadapi resesi.

Baca: Purbaya Beberkan Data RI Jago Tangani Efek Kenaikan Harga Minyak

Padahal, ia menegaskan, kondisi ekonomi Indonesia justru tengah dalam posisi akselerasi, setelah mengalami tekanan pada tahun lalu. Ia menunjukkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan kondisi itu, seperti Purchasing Manargers Index (PMI) manufaktur, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), hingga Mandiri Spending Index (MSI).

"Sengaja saya taruh di sini karena di luar banyak yang bilang kita sudah resesi pak, ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi pak, tinggal hancurnya," kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Purbaya mengatakan, dari sisi angka PMI Manager's Index per Februari 2026 bahkan tengah mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir, yakni 53,8, sementara itu IKK bergerak ke level 125,2, dan MSI trennya naik ke atas, yaitu 360,7 menunjukkan perekonomian masyarakat tengah akselerasi.

Belum lagi penjualan mobil kata dia tumbuh 12,2% di Februari, "Ini bukan main-main pak, kalau dilihat tahun lalu kan negatif, sekarang sudah mulai positif dan makin kencang, jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit, kata ekonom-ekonom di luar itu pak, di TikTok banyak itu pak," tegasnya.

Dalam momen itu, Purbaya juga menegaskan bahwa data-data itu turut menunjukkan bahwa "kebijakan bapak betul-betul bisa membangkitkan ekonomi", bahkan ia mengatakan, "daya beli masyarakat kini sudah betul-betul membaik".


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Purbaya Ungkap Efek Jika Harga Minyak Dunia Terus Terbang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Untung Besar! PSG Lebih Bugar dari Chelsea Jelang Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Champions
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Dana Pensiun Terkumpul Sejak 2019, Raditya Dika Pilih Tetap Kerja Supaya Happy dan Tidak Depresi
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Sumardji Berikan Penjelasan tentang Teja Paku Alam yang Tidak Dipanggil ke Timnas Indonesia meski Jadi Kiper Terbaik BRI Super League
• 14 jam lalubola.com
thumb
Amerika Serikat Menggebu! Kirim 2.500 Marinir ke Timur Tengah, B-2 Bomber Dikerahkan ke Iran
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Siap-Siap! 20 Pekerjaan Ini Akan Hilang dari Muka Bumi
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.