Puluhan Pelajar Konvoi Sahur on the Road di Kebomas, Diamankan

realita.co
3 jam lalu
Cover Berita

GRESIK (Realita)– Aparat kepolisian dari Kepolisian Resor Gresik mengamankan puluhan pemuda yang melakukan konvoi Sahur on the Road (SOTR) di wilayah Kebomas pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Dalam patroli tersebut, petugas mendapati 21 pemuda yang sebagian besar berstatus pelajar.

Penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan rombongan pemuda berkaus hitam yang melintas sambil membawa bendera berukuran besar sekitar pukul 01.30 WIB.

Baca juga: Perketat Pengawasan saat Ramadan, Pemkot Depok Larang Sahur On The Road

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim patroli Rainmas Kalamunyeng dari Satuan Samapta Polres Gresik langsung bergerak menuju lokasi. Rombongan pemuda itu kemudian berhasil dihentikan petugas di depan UPT SMP Negeri 20 Kebomas, yang berada di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kebomas.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 21 pemuda beserta 10 unit sepeda motor yang mereka gunakan untuk konvoi keliling kota. Polisi juga menyita sejumlah atribut berupa bendera besar yang dibawa rombongan tersebut.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh pemuda yang diamankan merupakan pelajar asal wilayah Gresik. Mereka mengaku sedang melakukan kegiatan sahur bersama dengan berkeliling kota.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan bahwa sebagian dari mereka berada dalam kondisi terpengaruh minuman keras.

Kepala Satuan Samapta Kepolisian Resor Gresik, AKP Satriyono, menyayangkan tindakan para pelajar yang melakukan aktivitas negatif di bulan Ramadan.

Baca juga: Kuasa Hukum Tersangka Kasus Aplikasi Go Matel di Gresik Mengendus Kejanggalan Dalam Penangkapan

“Dari hasil penggeledahan petugas menemukan satu botol minuman keras jenis arak. Sangat disayangkan, niatnya sahur bersama, tetapi justru ada yang mabuk-mabukan,” ujarnya.

Selain satu botol minuman keras jenis arak, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa tiga bendera besar berwarna hitam, dua batang bambu yang digunakan sebagai tiang bendera, serta 10 unit sepeda motor milik para pelajar tersebut.

Seluruh pemuda kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk didata dan diberikan pembinaan. Polisi mengambil langkah tegas namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

Sebanyak 18 pelajar yang tidak terbukti mengonsumsi minuman keras diperbolehkan pulang setelah menjalani pendataan. Sementara tiga pelajar yang kedapatan mengonsumsi alkohol diminta memanggil orang tua masing-masing untuk menjemput di Mapolres Gresik. Mereka juga diwajibkan membuat surat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya.

Baca juga: Dituding Jadi Pembuat Aplikasi Matel, Komisaris dan Ahli IT PT Brinkul Indonesia Bisa Ditangkap Polisi

AKP Satriyono menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli untuk mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, seperti konvoi liar maupun balap liar, khususnya selama bulan Ramadan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tindak kriminalitas atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 maupun layanan Lapor Cak Rama melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006.

Dengan partisipasi masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Gresik tetap kondusif selama Ramadan.yus

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei LPEM UI: Banyak Ekonom dan Praktisi Pesimistis Lihat Ekonomi Indonesia
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Kementerian ESDM apresiasi Pertamina jaga pasokan energi saat Lebaran
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Masya Allah! Sehari Sebelum Wafat, Vidi Aldiano Sumbang Sound System Untuk Masjid, Sempat Ingin Hadiri Peresmian
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Pasar Tebus Murah PP Muslimat NU-Artha Graha Peduli Semarakkan Amaliah Ramadhan 1447 H
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Preview Ligue 1: Angers vs Nice, Misi Menjauh dari Zona Merah
• 18 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.