Bisnis.com, JAKARTA - Iran dikabarkan berpotensi mengizinkan kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz secara terbatas.
Melansir Al Jazeera, Minggu (15/3/2026), izin tersebut akan diberikan asal kapal tersebut membawa muatan yang diperdagangkan dalam mata uang China, yuan. Kabar ini berdasarkan laporan CNN yang mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.
Usulan ini disebut menjadi bagian dari rencana yang lebih luas yang dilaporkan sedang disusun Teheran untuk mengatur lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz usai pecahnya perang Israel–Amerika Serikat (AS) melawan Iran.
Adapun, sebagian besar penjualan minyak global dilakukan menggunakan dolar AS. Namun, minyak mentah Rusia yang dikenai sanksi semakin sering diperdagangkan menggunakan rubel atau yuan.
Sementara itu, Iran telah memberikan izin kepada kapal-kapal tanker India untuk melintasi Selat Hormuz yang tertutup selama hampir 2 pekan terakhir. Mengutip Bloomberg, Sabtu (14/3/2026), dua kapal tanker yang membawa liquefied petroleum gas (LPG) dilaporkan tengah menuju India setelah melintasi Selat Hormuz. Hal ini memberikan angin segar kepada India yang tengah mengalami kekurangan parah atas pasokan LPG imbas konflik Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal mengatakan, kapal milik negara itu diberi izin melintas dengan aman melalui Selat Hormuz.
Baca Juga
- Iran Izinkan Kapal Tanker India Melintasi Selat Hormuz
- Mojtaba Khamenei Tolak Buka Selat Hormuz, Siap Buka Medan Perang Baru
- Update Selat Hormuz, Amerika Serang Kapal Penebar Ranjau Iran di Jalur Minyak Dunia
Namun, masih ada 22 kapal berbendera India yang terjebak di Teluk Persia, termasuk enam kapal pengangkut LPG, satu kapal pengangkut LNG, dan empat kapal tanker minyak mentah, menurut Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan, Perkapalan, dan Jalur Perairan India Rajesh Kumar Sinha.
Sinha mengatakan, kapal tanker Shivalik diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Mundra, India pada 16 Maret 2026, sementara Nanda Devi diperkirakan tiba sehari kemudian. Kedua kapal tersebut dimiliki oleh Shipping Corp of India Ltd. dan disewa oleh perusahaan milik negara Indian Oil Corp.
Kedua kapal itu memuat LPG dari Ras Laffan di Qatar. Keduanya juga mengirim sinyal melalui sistem AIS, yang digunakan kapal untuk menyiarkan lokasi mereka, bahwa mereka adalah kapal milik pemerintah India.
Sebelumnya, India telah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk mengamankan jalur pelayaran tanker melalui Selat Hormuz.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, kedua kapal itu diizinkan melewati jalur vital perdagangan minyak itu setelah tercapainya kesepakatan antara New Delhi dan Teheran. Namun, mereka tidak memberikan perincian lebih lanjut.




