Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah melenyapkan sebagian besar kekuatan militer Iran. Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh pihak Teheran melalui pesan perdana Mojtaba Khamenei yang menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah dan siap melakukan pembalasan besar-besaran.
Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer AS berada dalam posisi dominasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump mengklaim kekuatan utama Iran, termasuk Angkatan Laut, Angkatan Udara, radar, hingga sistem senjata antipesawat, telah hancur.
"Militer mereka sudah tidak ada. Angkatan Laut mereka hilang, Angkatan Udara mereka hilang, sebagian besar militer mereka hilang," ujar Trump.
Meski tidak bisa memastikan kapan perang akan berakhir, Trump memberi kode bahwa operasi militer AS berjalan jauh lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. "Saya tidak akan memberi Anda waktu pasti, tetapi kita jauh lebih cepat dari jadwal," tegasnya.
Baca juga: Trump Klaim Iran Kalah Total dalam Perang dan Kini Ingin Buat Kesepakatan
Menanggapi klaim tersebut, Mojtaba Khamenei, dalam pesan yang disiarkan televisi pemerintah, menegaskan bahwa Iran tidak akan melunak. Ia menyatakan bahwa rencana pembalasan Iran sejauh ini baru mencakup sebagian kecil dari apa yang telah direncanakan.
Mojtaba secara khusus menyoroti serangan terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab yang mengakibatkan 165 siswa meninggal dunia. Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan yang dengan sengaja dilakukan oleh musuh dan menegaskan bahwa setiap nyawa warga Iran yang gugur menjadi alasan kuat untuk melakukan pembalasan.
"Pembalasan yang kami maksud tidak hanya terkait dengan syahidnya pemimpin besar revolusi, tetapi setiap anggota bangsa yang dibunuh oleh musuh merupakan hal yang harus dibalas," tegas Mojtaba.
Dalam pernyataan yang sama, Mojtaba memberikan peringatan keras kepada negara-negara di kawasan Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat. Meskipun Iran tetap menginginkan hubungan baik dengan tetangganya, ia memperingatkan akan menyerang pangkalan-pangkalan tersebut jika tidak segera ditutup.
Selain itu, pihak Iran juga mempertimbangkan langkah strategis untuk memblokade Selat Hormuz sebagai salah satu opsi untuk menekan kekuatan energi dunia.
Pernyataan perdana Mojtaba ini sekaligus membantah pernyataan Trump yang mengklaim jika Amerika Serikat menang melawan Iran. Iran dengan tegas memiliki kekuatan militer yang besar dan tidak akan menyerah, serta akan terus membalas segala bentuk serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan kesiapan pasukannya untuk menghadapi konfrontasi panjang dengan Israel. Naim menegaskan bahwa ancaman dari pihak musuh tidak membuat mereka gentar dan Hizbullah berada dalam posisi membela diri yang sah.
"Kekalahan dan penyerahan diri tidak ada dalam kamus kami. Kami akan tetap kuat di medan perang terlepas dari pengorbanan apa pun. Kami siap sampai akhir," tegas Naim Qassem.




