Donald Trump Ragukan Mojtaba Khamenei Masih Hidup, Minta Iran Segera Menyerah

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan spekulatif terkait nasib Pemimpin Agung Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Dalam wawancara telepon dengan NBC News pada Sabtu waktu setempat, Trump meragukan apakah putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei tersebut masih hidup atau tidak.

Keraguan Trump muncul setelah Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan pertamanya pada hari Kamis lalu hanya dalam bentuk tulisan, tanpa muncul di depan kamera.

"Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Sejauh ini, tidak ada yang bisa menunjukkan sosoknya," ujar Trump. "Saya mendengar kabar dia tidak hidup, dan jika dia memang hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah."

Baca juga : Perang Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Minyak, Pemerintahan Trump Dinilai Salah Perhitungan

Meski demikian, Trump kemudian menggambarkan kabar kematian tersebut sebagai sebuah "rumor".

Terkait hubungan diplomatik, Trump mengungkapkan Iran sebenarnya ingin melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Namun, untuk saat ini, ia menyatakan keengganannya karena tawaran yang ada belum memenuhi ekspektasinya.

"Syarat-syaratnya belum cukup baik," tegas Trump.

Baca juga : AS Bantah Kawal Tanker di Selat Hormuz: Sempat Picu Gejolak Harga Minyak Dunia

Meski menolak merinci detail tuntutannya, Trump memastikan bahwa komitmen Iran untuk menghentikan ambisi nuklir harus menjadi bagian dari kesepakatan potensial di masa depan.

Selat Hormuz

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga membahas situasi panas di Selat Hormuz. Ia mengeklaim sejumlah negara telah berkomitmen untuk membantu mengamankan jalur pelayaran vital tersebut, meski ia menolak menyebutkan nama-nama negara yang dimaksud.

Presiden AS itu juga menyinggung serangan terhadap Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran. Trump menyatakan militer AS telah "menghancurkan total" wilayah tersebut.

"Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran global mengenai lonjakan harga minyak akibat konflik ini, Trump bersikap acuh tak acuh. Menurutnya, stok minyak dan gas di dunia masih sangat melimpah.

"Ada begitu banyak minyak dan gas di luar sana, tetapi jalurnya sedikit tersumbat. Jalur itu akan segera terbuka dalam waktu dekat," pungkasnya. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trans Hotel Jakarta Siap Berikan Pengalaman yang tak Terlupakan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
ASDP Turunkan KMP Portlink VII Urai Kepadatan Gilimanuk-Ketapang
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Borussia Dortmund Menang! Bayern Munich Hanya Bisa Imbang 1-1 di Bundesliga
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK: Bupati Cilacap butuh Rp515 juta untuk THR polisi hingga jaksa
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi Anggota DPRD Jember Dikeroyok Orang saat Kejar Truk BBM Ilegal
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.