Kedubes Iran Dikecam Publik Akibat Memposting Candaan saat Kapal Thailand Kena Serangan di Selat Hormuz

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Afrika Selatan (Afsel) akhirnya menghapus unggahan di media sosial yang memicu kemarahan publik Thailand.

Unggahan tersebut berisi candaan mengenai para pelaut Thailand yang dievakuasi setelah kapal mereka diserang di dekat Selat Hormuz.

Pihak kedutaan berdalih bahwa konten tersebut hanyalah humor dan tidak bermaksud menyinggung perasaan warga Thailand.

Kontroversi bermula ketika akun resmi kedutaan di platform X membagikan foto seorang awak kapal Thailand di atas perahu penyelamat. Di latar belakang foto, terlihat kepulan asap membubung dari buritan kapal curah Mayuree Naree yang berbendera Thailand.

Dalam keterangan fotonya, pihak kedutaan menyamakan situasi tragis tersebut dengan seorang anak yang takut pulang setelah merusakkan mobil ayahnya. Unggahan yang kini telah dihapus itu menuliskan: "Ketika Anda menabrakkan mobil dan terlalu takut untuk pulang karena ayah Anda... Selat Hormuz."

Laporan dari Bangkok Post menyebutkan unggahan tersebut langsung memicu gelombang kecaman dari Thailand. Pasalnya, situasi yang dijadikan bahan candaan tersebut merupakan tragedi.

Kapal MV Mayuree Naree dihantam oleh dua rudal Iran pada Rabu lalu, yang mengakibatkan tiga dari 23 awak kapal asal Thailand hilang dan hingga kini belum ditemukan.

Pihak kedutaan sempat memberikan klarifikasi sebelum akhirnya menghapus seluruh unggahan terkait. Kedubes Iran menyatakan bahwa niat awal unggahan tersebut adalah untuk mempertegas peringatan Iran bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz tanpa koordinasi.

Mereka mengeklaim bahwa pesan itu murni humor dan tidak ditujukan untuk menghina kebangsaan tertentu.

Dalam pernyataan resmi atas nama Kedutaan Besar Iran di Pretoria dan Bangkok, pihak Iran menyatakan bahwa nyawa warga Thailand sangat berharga dan dihormati.

Namun, mereka kembali menekankan pentingnya menghormati peringatan Iran untuk tidak melewati Selat Hormuz secara sembarangan.

Kapal MV Mayuree Naree, yang dioperasikan oleh perusahaan Precious Shipping, terbakar di utara Oman setelah terkena proyektil. Sebanyak 20 kru berhasil menyelamatkan diri, namun tiga orang lainnya diduga masih terjebak di dalam ruang mesin kapal.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menegaskan kembali bahwa setiap kapal yang melewati jalur penting tersebut harus mendapatkan izin dari pihak Iran terlebih dahulu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos BTN Bocorkan Tanggal dan Agenda Lengkap RUPST 2026, Ada Perubahan Pengurus
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Sentil Pengamat Tak Suka Indonesia Berhasil: Kita Mau Tertibkan
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Saham Empat Bank Besar Jadi Sasaran Jual Asing saat IHSG Turun 5,9 Persen
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Terbaru! Rudal Salvo Milik Iran Diluncurkan Serang Pangkalan Militer AS
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
ITB STIKOM Bali Luncurkan Platform Digital Krama Adat di Tabanan
• 3 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.