Trump yang Mulai Perang Iran, Kini Minta Bantuan Cina Amankan Selat Hormuz

katadata.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta bantuan negara-negara lain, termasuk Cina, untuk mengirim kapal militer guna mengamankan Selat Hormuz -- jalur perdagangan vital minyak dan gas dunia yang terganggu akibat perang yang dimulai Amerika bersama sekutunya Israel terhadap Iran.

“Banyak negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirim kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga selat tersebut tetap terbuka dan aman,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Sabtu (14/3).

Dia berharap Cina, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, serta negara lain yang terdampak pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, untuk turut mengirim kapal ke kawasan itu.

Trump mengklaim telah menghancurkan 100 persen kemampuan militer Iran. Namun, militer Iran disebut masih dapat dengan mudah mengirim satu atau dua drone, menebar ranjau, atau meluncurkan rudal jarak dekat di jalur perairan tersebut.

Selat ini merupakan jalur distribusi bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Situasi di Selat Hormuz tegang dengan penjagaan ketat militer Iran. Iran menyatakan jalur perairan ini tertutup bagi kapal berbendera barat atau Amerika Serikat serta negara sekutunya.

Namun, Iran masih mengizinkan kapal dari beberapa negara, seperti Turki, India, dan Cina, untuk melintas lewat negosiasi langsung. Sejumlah kapal yang nekat memaksa untuk melintas dilaporkan hancur/terbakar karena serangan udara. 

Dalam dua pekan perang Israel-Amerika dengan Iran, harga minyak telah bolak-balik menembus US$100 per barel. Pejabat tinggi Iran memperingatkan harga minyak bisa menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, bahkan melampaui US$200 per barel.

Dikutip dari South China Morning Post, Juru bicara Kedutaan Besar Cina di Washington D.C. menyerukan penghentian segera operasi militer di kawasan tersebut. Dia menilai penjagaan terhadap keamanan dan stabilitas kawasan “merupakan kepentingan bersama komunitas internasional”.

Liu mengatakan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga. Dia juga menyatakan Cina akan “memainkan peran konstruktif” untuk meredakan ketegangan dan memulihkan perdamaian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Guru Besar hingga Praktisi Merapat ke Kediaman JK Sore Ini, Ada Apa?
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Ketum JMSI Kecam Teror Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
RI Mau Ekspor Listrik ke Singapura, Kepri Bisa Jadi Hub Industri Teknologi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Hetifah: Penggunaan AI tak boleh gantikan pekerjaan jurnalis
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Korlantas Polri Ungkap Penyebab Antrean 30 Km Menuju Pelabuhan Gilimanuk
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.