Mensos Buka Saluran Pelaporan Bansos, Warga Bisa Sanggah Jika Belum Terdata

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap perlunya keakuratan data sebagai tolak ukur menyalurkan bansos agar tepat sasaran. Kini, Kemensos membuka saluran pelaporan bansos, di mana masyarakat bisa menyanggah maupun mengusulkan jika belum terdata sebagai penerima bansos.

"Nah ini adalah kesempatan yang baik untuk refleksi di bulan Ramadan ini, kita bisa berbuat baik dengan cara kita, dengan kemampuan kita, tetapi salah satu yang penting dalam bidang tugas kita hari ini dalam bidang tugas kami hari ini adalah bagaimana menghadirkan data yang akurat, saya sering sampaikan, mari kita 'berjihad bersama-sama menghadirkan data yang akurat'," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, dalam acara Inspirasi Bulan Suci detikcom, dikutip Senin (9/3/2026).

Baca juga: Gus Ipul Ajak Berbagai Pihak Kawal Sekolah Rakyat Gagasan Prabowo

Gus Ipul pun mengajak semua pihak baik itu ASN, perangkat desa, kepala daerah hingga masyarakat untuk ikut membenahi data bansos. Ia mengatakan Kemensos membuka saluran aplikasi Cek Bansos maupun command center agar masyarakat bisa menyanggah dan mengusulkan jika merasa berhak sebagai pemerima bansos.

"Setiap kita bisa berpartisipasi, setiap kita, siapa pun kita bisa berpartisipasi, apalagi wartawan, apalagi kepala desa, apalagi pegawai negeri atau ASN, Siapapun dari kita bisa. Kenapa? Karena sesuai arahan Bapak Presiden Kita membuka banyak saluran, agar semua keluhan, semua aspirasi, semua usul, semua sanggahan dari masyarakat itu bisa diwadahi, diproses, dan menghadirkan data yang akurat," katanya.

"Salurannya lewat aplikasi Cek Bansos, ada Command Center 021 171, sekarang kami tambah dengan WA Lapor Bansos Itu 08877171171," kata Gus Ipul.

Ia mengatakan, lewat aplikasi Lapor Bansos tersebut, masyarakat bisa memberikan usul maupun sanggah terhadap penerima manfaat. Misalnya jika merasa berhak menjadi penerima bansos, masyarakat bisa melampirkan bukti-bukti yang dimiliki, nantinya akan diverifikasi dan divalidasi dalam kurun waktu paling lambat 3 bulan

"Lapor Bansos yang disitu Bisa memberikan usul, sanggah terhadap penerima manfaat, atau misalnya saya ingin dapat Bansos, bisa disampaikan di situ, dengan menampilkan atau melampirkan bukti-bukti yang diperlukan, bisa. Nah tapi akhirnya kita kirim ke BPS untuk dilakukan verifikasi validasi, akan dikroscek ke lapangan, selambat-lambatnya 3 bulan nanti kita sudah punya jawaban, apakah diterima atau tidak permintaan kita," katanya.

Hal ini dilakukan untuk memperkecil error data terhadap data bansos. Sebab terkadang masih ada data eror di mana masyarakat yang mestinya menjadi penerima manfaat bansos justru tidak menerima.

"Ini yang sekarang, nanti ke depan sudah digitalisasi Bansos. Jadi sudah langsung dan dijawab oleh mesin. Memang kadang-kadang ada orang yang error, yang maksudnya tidak masuk dalam sistem, tapi dengan membuka saluran banyak ini akhirnya mereka bisa terdeteksi, diketahui dan akhirnya masuk sistem. Jadi itulah yang kita harapkan. Jadi ada yang terkoreksi, ada yang masuk. Ada exclusion errornya bisa diatasi, Inclusion errornya bisa diatasi," katanya.

Inspirasi Bulan Suci hadir menyambut bulan suci ramadan, detikcom bersama tokoh-tokoh negeri berbagi ilmu di bulan berkah. Menghadirkan gagasan solutif, pemikiran strategis, serta nilai-nilai kebajikan yang relevan bagi pembangunan bangsa.




(rdp/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Menegangkan Polres Jaksel Bongkar Toko Jual Tramadol
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Polres Kotamobagu Musnahkan Narkotika dan Ribuan Liter Minuman Beralkohol
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal BRI Super League Hari Ini: Laga Tunda Borneo FC Vs Persib dan Persija Vs Dewa United
• 14 jam lalubola.com
thumb
Gubernur NTB Dorong Program Desa Berdaya untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Manchester United vs Aston Villa, Carrick Optimistis MU Raih Tiket Liga Champions
• 18 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.