Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • IRGC menetapkan perusahaan Amerika Serikat sebagai target militer sah di wilayah Timur Tengah.

  • Sektor teknologi, energi, dan finansial diminta segera mengosongkan fasilitas industri demi keamanan sipil.

  • Eskalasi terjadi pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Suara.com - Iran berencana serang sumber ekonomi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ini membuat kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah kini memasuki fase yang sangat kritis dan sangat mengkhawatirkan.

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC telah merilis pernyataan yang sangat tegas kepada pemerintah Amerika Serikat.

Teheran menuntut agar Washington segera mengosongkan seluruh fasilitas industri mereka yang tersebar di wilayah Timur Tengah.

Langkah ini diambil karena Iran secara resmi memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar target militer.

Status target militer yang sah kini melekat pada aset-aset ekonomi Amerika Serikat di seluruh kawasan tersebut.

IRGC mendesak warga sipil untuk menjauh dari lokasi.

Instruksi evakuasi ini ditujukan bagi penduduk yang tinggal di area sekitar fasilitas industri milik Amerika.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil saat serangan balasan dilakukan nanti.

Teheran menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tersebut kini menjadi bagian dari medan perang melawan pihak AS-Israel.

Baca Juga: Wujudkan Ekonomi Hijau, Portofolio Green Loans BRI Tembus Rp93,2 Triliun

Ancaman ini merupakan respons langsung terhadap eskalasi militer yang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Melansir informasi dari Anadolu, daftar panjang target tersebut mencakup sektor energi, finansial, hingga teknologi digital.

Beberapa lokasi yang disebut secara spesifik berada di kota Amman, Abu Dhabi, serta wilayah Dubai.

Nama-nama besar seperti Lockheed Martin dan Boeing masuk dalam jajaran sektor teknologi dan juga pertahanan.

Raksasa teknologi dunia seperti Microsoft, Oracle, hingga Amazon Web Services turut menjadi incaran utama militer.

Bahkan perusahaan keamanan digital seperti NSO Group juga masuk dalam daftar hitam yang dirilis Teheran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Sports Clinic RS Atma Jaya: Rahasia Tetap Bugar dan Pulih Lebih Cepat Setelah Berolahraga
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Iran Minta Negara Timur Tengah Bersatu Lawan AS-Israel: Jangan Mau Jadi Boneka
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Mengaku Belum Siap Bersepakat dengan Iran, Sebut Tawaran Teheran Tak Cukup Bagus
• 36 menit lalukompas.tv
thumb
BRI Super League: Persib Hadapi Borneo FC di Samarinda, Bojan Hodak Tetap Pede Tanpa Thom Haye
• 26 menit lalubola.com
thumb
Pengelolaan Sampah di Stasiun Cirebon Mulai Membaik Jelang Mudik Lebaran 2026
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.