Cuaca Panas Landa Jakarta, Dinkes DKI Imbau Masyarakat Waspada Dehidrasi hingga Heatstroke

liputan6.com
7 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat ibu kota untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat cuaca panas yang berpotensi memicu berbagai gangguan pada tubuh, mulai dari dehidrasi hingga heatstroke.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan paparan suhu tinggi dapat berdampak langsung pada kondisi fisik seseorang apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Advertisement

“Secara umum kalau cuaca panas dari kesehatan, kekurangan cairan (dehidrasi), kelelahan (heat exhaustion), hingga heatstroke,” kata Ani dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan, paparan panas yang tinggi juga dapat menimbulkan berbagai gejala kesehatan lain. Kondisi tersebut antara lain pusing, kram otot, dan gangguan pada sistem kardiovaskular dan pernapasan. Selain itu, suhu panas yang berlebihan juga berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.

“Paparan dari cuaca panas yang tinggi bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan, dan bisa juga terjadi iritasi kulit,” kata Ani.

Menurutnya, ada sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem. Kelompok tersebut antara lain pekerja lapangan yang banyak beraktivitas di luar ruangan, anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia (lansia).

“Kelompok rentan tentu pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia risiko tertinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas (ekstrem),” tuturnya.

Untuk mencegah dampak buruk tersebut, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik melalui konsumsi air putih secara cukup.

“Konsumsi banyak air putih (jangan menunggu haus), menggunakan pakaian ringan atau longgar, dan sebisa mungkin menggunakan topi atau payung saat keluar ruangan. Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat siang hari,” kata Ani.

Ia juga menyarankan masyarakat menjaga suhu ruangan tetap sejuk saat berada di dalam rumah atau kantor.

“Di dalam ruangan menggunakan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin supaya menjaga suhu ruang,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi mempercepat dehidrasi. Hal tersebut termasuk makanan dengan kandungan garam tinggi serta minuman berkafein seperti kopi dan teh.

“Untuk kelompok rentan batasi aktivitas di luar ruang, kalaupun akan ke luar pastikan menggunakan pelindung diri, topi atau payung,” kata Ani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Pramono Imbau Pengunjung Taman Bendera Pusaka Manfaatkan Transportasi Umum
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AS Kirim Marinir, Serang Iran via Darat? Ini Kata Pakar Hukum Internasional-Pakar Strategi PPPAU
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Tahan Bupati Cilacap, Peras Dinas Hingga Puskesmas untuk THR Lebaran, Sontoloyo
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Kapolri Dapat Perintah Presiden Usut Tuntas Penyerangan Aktivis KontraS
• 53 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.