Perkuat Integrasi Indo-Pasifik, Indonesia Upayakan Aksesi ke CPTPP

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Indonesia berkomitmen untuk mengupayakan aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi yang lebih luas.

Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja berstandar tinggi dan berwawasan ke depan yang memperkuat perdagangan berbasis aturan dan memperkuat integrasi di Indo-Pasifik.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan minat Indonesia untuk bergabung tidak hanya mencerminkan pertimbangan pasar, tetapi juga kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan disiplin perdagangan dan standar kelembagaan yang maju.

"Indonesia sepenuhnya mengakui komitmen prinsip Singapura untuk menjaga standar tinggi dan kredibilitas CPTPP. Kami memahami, proses aksesi membutuhkan pertimbangan yang cermat dan disiplin, dan kami menjalankan proses ini dengan serius dan berkomitmen jangka panjang," kata Roro dikutip dari siaran persnya, Minggu, 15 Maret 2026.

Indonesia tetap siap terlibat dalam konsultasi bilateral yang lebih mendalam untuk lebih memahami area-area yang mungkin memerlukan klarifikasi lebih lanjut. 

Roro meyakini, artikulasi yang lebih jelas mengenai disiplin ilmu prioritas akan memungkinkan Indonesia merespons dengan terfokus dan terukur.

Indonesia dan Singapura merupakan dua ekonomi utama ASEAN yang memiliki interdependensi ekonomi yang kuat. Dengan demikian, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama dalam memastikan bahwa arsitektur perdagangan regional tetap terbuka, kredibel, dan berorientasi ke masa depan.

Jalur aksesi yang transparan akan memperkuat posisi CPTPP di Asia Tenggara dan menambah bobot strategisnya dalam lanskap geoekonomi yang berkembang pesat. 

Roro berharap, kerja sama secara erat dengan Singapura akan memastikan fase diskusi selanjutnya berjalan dengan cara yang menjunjung tinggi standar dan memberikan kejelasan mengenai arah ke depan.

Sejak secara resmi mengajukan permohonan aksesi pada 19 September 2024, diikuti dengan pengajuan kuesioner bagi negara calon anggota pada Mei 2025, Indonesia terus memajukan proses aksesi. 

Indonesia dinilai selaras dengan Auckland Principles pada Pertemuan Komisi CPTPP ke-9. Dalam hal ini, Indonesia menantikan Pertemuan Menteri CPTPP berikutnya sebagai titik penting prosedural untuk kemungkinan pembentukan Kelompok Kerja Aksesi (Accession Working Group/AWG).

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong menyampaikan dukungan terhadap keseriusan Indonesia untuk bergabung dalam CPTPP. 

Ia menilai, keikutsertaan Indonesia dalam perjanjian perdagangan berstandar tinggi tersebut akan makin memperkuat peran negara-negara ASEAN dalam arsitektur perdagangan kawasan. Singapura telah tergabung dalam CPTPP sejak 2018. 

CPTPP adalah perjanjian dagang yang mencakup Australia, Brunei, Kanada, Cile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam. 

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan, ekspor Indonesia diproyeksikan akan meningkat sebesar 19 persen jika bergabung ke dalam CPTPP.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pemasok Senjata Api dan Amunisi ke KKB
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Banyak Pekerja AS Keluhkan Biaya Hidup yang Terus Naik
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Bocorkan Kendala Utama Pengusutan Dugaan Korupsi Makanan Tambahan Bayi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
H-8 Lebaran, Arus Pemudik Jawa ke Sumatera Terus Mengalir
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wakil Ketua Komisi XII Ajak Masyarakat Berani Viralkan Penyelewengan Solar
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.