Pastikan Sopir Prima, Polisi Gelar Tes Urine

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Menjelang arus mudik Hari Raya Lebaran, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya akan melakukan tes urine terhadap pengemudi bus antarkota antarprovinsi. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi pengemudi tetap prima saat mengantar pemudik.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto, Minggu (15/3/2026). Ia mengatakan, menjelang arus mudik Lebaran jumlah pemudik yang menggunakan bus diperkirakan meningkat. “Untuk itu, patut dipastikan kondisi pengemudi benar-benar prima saat akan mengantarkan pemudik,” ujar Budi.

Untuk memastikan hal tersebut, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya akan menggelar tes urine secara berkala dan acak di sejumlah terminal. Langkah ini dilakukan guna memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba saat bertugas. Pada Sabtu (14/3/2026), misalnya, petugas telah menggelar tes urine terhadap sejumlah pengemudi bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengemudi agar menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan menghindari penggunaan obat-obatan terlarang. “Karena penggunaan narkoba dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan penumpang,” kata Budi.

Baca JugaMudik Lebaran 2026, Tantangan dan Solusi

Ia memastikan pengawasan tersebut akan dilakukan secara berkala di sejumlah terminal utama guna memastikan arus mudik berlangsung aman dan lancar.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengatakan, risiko kecelakaan pada arus mudik Lebaran cukup tinggi jika tidak diantisipasi sejak dini. “Utamanya adalah kelaikan kendaraan dan kondisi pengemudi,” ujarnya.

Dalam sejumlah kasus kecelakaan, lanjut Edison, penyebabnya antara lain rem blong dan juga human error atau kesalahan manusia. “Semua itu terjadi karena fungsi pengawasan tidak dijalankan secara optimal,” katanya.

Ia mencontohkan kecelakaan antarbus Transjakarta yang terjadi di Koridor 13 Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026). Akibat insiden tersebut, sebanyak 23 orang mengalami luka ringan. Kecelakaan itu dipicu salah satu pengemudi yang mengantuk. “Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh kepada pengemudi sangatlah krusial,” ujarnya.

Baca JugaMudik Gratis Pemprov Jakarta 2026 Dibuka 22 Februari, Cek Persyaratannya

Selain kondisi pengemudi, menurut Edison, kondisi kendaraan juga harus dipastikan layak jalan. Semua instrumen penunjang, terutama yang berkaitan dengan keselamatan, harus berfungsi dengan baik, terlebih untuk perjalanan jarak jauh.

Di sisi lain, kondisi pengemudi juga harus dipastikan benar-benar prima. “Jangan sampai karena kejar setoran, kondisi pengemudi diabaikan,” katanya.

Ia menegaskan, ketika terjadi kecelakaan, tanggung jawab seharusnya tidak hanya dibebankan kepada pengemudi. Perusahaan juga harus ikut bertanggung jawab. “Karena merekalah yang bertanggung jawab memastikan semua komponen, termasuk kondisi pengemudi, prima saat bertugas,” ungkapnya.

Ribuan personel

Sementara itu, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri mengatakan, pihaknya telah mengerahkan 6.812 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri. “Rencana pengamanan dari jajaran mencakup 1.648 lokasi pengamanan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Asep.

Dari jumlah tersebut, terdapat 95 pos pengamanan yang terdiri atas 68 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu. Selain itu, disiapkan pula 9 pos pantau arus mudik di sepanjang Tol Jakarta–Cikampek.

Dalam pengamanan malam takbiran, lanjut Asep, jajarannya juga akan bersiaga di 13 lokasi pelaksanaan takbiran serta 133 lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri dan pembagian zakat. “Ada juga 37 lokasi ziarah yang akan diawasi untuk menghindari potensi kemacetan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pemudik untuk tidak memaksakan diri berkendara jika sudah merasa lelah. “Jangan ragu untuk memanfaatkan rest area untuk beristirahat,” kata Asep. Selamat menjalankan mudik dan hati-hati di jalan.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Stafsus Wapres: Pemerintah Akan Usut Tuntas
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Uji Rudal Balistik, Kim Jong Un Klaim Mau Kasih Paham Kekuatan Nuklir Korut
• 7 jam laludetik.com
thumb
KRI Canopus-936 Memulai Pelayaran Perdana ke Indonesia
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Megawati Beri Selamat ke Mojtaba Khamenei Usai Terpilih Jadi Pemimpin Iran
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Uji Untung- Rugi Kesepakatan Dagang Trump, RI Dapat Apa?
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.