JAKARTA – Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (14/3/2026) membantah klaim di media sosial yang menyatakan bahwa ia telah dibunuh sebagai respons Iran terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, lapor Anadolu.
"Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja," jawab kantor tersebut.
Keraguan atas status Netanyahu muncul setelah kantor berita Iran melaporkan bahwa tokoh Zionis itu telah tewas dalam serangan rudal Iran pada 8 Maret. Sejak laporan tersebut, Netanyahu belum terlihat lagi di depan publik, menambah spekulasi mengenai kematiannya.
Pada 12 Maret, pemerintah Israel merilis video Netanyahu berpidato tentang perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Video tersebut, yang tampaknya dirilis untuk meyakinkan publik bahwa Netanyahu masih hidup, justru menimbulkan efek sebaliknya. Warganet mencatat adanya artefak penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada sosok Netanyahu, sehingga menambah dugaan bahwa Tel Aviv menggunakan AI untuk menyembunyikan kematian sang Perdana Menteri.




