Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) memastikan seluruh layanan di ruas Tol Pandaan-Malang, seperti pada bidang transaksi, lalu lintas, hingga kesiapan rest area beroperasi maksimal saat arus mudik Lebaran 2026.
General Manager Operasi JPM Muhammad Reza Pahlevi Guntur di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu menyatakan, kinerja pelayanan yang prima merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan suasana nyaman dan situasi aman bagi seluruh pelaku perjalanan.
"Kami memberikan pelayanan maksimal dan respon time kepada pengguna jalan sebagai salah satu komitmen," kata Reza.
PT JPM juga membuka layanan one call center di nomor 133 dan operasional berlangsung 24 jam.
Pemudik juga bisa memanfaatkan aplikasi travoy 4.5 apabila membutuhkan bantuan maupun informasi mengenai jalan tol milik Jasamarga Group.
Baca juga: Polri: Hari kedua Ops Ketupat, 459.570 kendaraan keluar Jakarta
Selain itu, PT JPM mencatat bahwa arus ke luar masuk kendaraan di sejumlah gerbang tol di ruas Tol Pandaan-Malang secara akumulasi meningkat sebesar 1,19 persen dibandingkan masa normal, atau dalam kurun waktu H-10 sampai H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menjelang Lebaran ini arus kendaraan secara keseluruhan mencapai 231.328 kendaraan, sedangkan ketika lalu lintas normal jumlahnya sebanyak 228.598 kendaraan.
PT JPM turut merinci perkembangan arus lalu lintas di setiap gerbang tol di ruas Pandaan-Malang, di Gerbang Tol Purwodadi tercatat arus masuk Malang naik 1,6 persen atau dari 12.373 kendaraan menjadi 12.566 kendaraan. Sedangkan, arus ke luar Malang naik 0,6 persen dari 12.812 kendaraan menjadi 12.889 kendaraan.
Kenaikan arus lalu lintas juga terjadi di Gerbang Tol Lawang ke arah masuk Malang sebesar 9,8 persen atau dari 11.907 kendaraan menjadi 13.070 kendaraan. Sedangkan, arus keluar Malang naik 8,03 persen atau dari 15.189 kendaraan menjadi 16.409 kendaraan.
Baca juga: Dishub: Kendaraan masuk DIY via Tol Prambanan meningkat
Selanjutnya, di Gerbang Tol Singosari kendaraan masuk Malang justru turun 6,0 persen dari masa normal, atau 55.909 kendaraan menjadi 52.552 kendaraan. Namun, peningkatan 1,9 persen justru terjadi di arus keluar Malang atau dari 47.908 kendaraan menjadi 48.817 kendaraan.
Kemudian, di Gerbang Tol Pakis arus kendaraan masuk Malang naik 7,24 persen atau dari 13.624 kendaraan menjadi 14.611 kendaraan. Untuk kendaraan keluar Malang tercatat juga naik 7,22 persen atau dari 12.318 kendaraan menjadi 13.207 kendaraan.
Lalu, di Gerbang Tol Malang kendaraan masuk Malang naik 2,4 persen atau dari 24.719 kendaraan menjadi 25.301 kendaraan. Untuk kendaraan keluar Malang tercatat naik 0,3 persen atau dari 21.839 kendaraan menjadi 21.906 kendaraan.
Meski arus ke luar masuk kendaraan di mayoritas gerbang tol meningkat, namun kondisi lalu lintas masih tergolong landai lancar.
Baca juga: Menhub prediksi puncak arus mudik Lebaran 18 Maret 2026
"Belum ada peningkatan yang signifikan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026," ucapnya.
General Manager Operasi JPM Muhammad Reza Pahlevi Guntur di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu menyatakan, kinerja pelayanan yang prima merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan suasana nyaman dan situasi aman bagi seluruh pelaku perjalanan.
"Kami memberikan pelayanan maksimal dan respon time kepada pengguna jalan sebagai salah satu komitmen," kata Reza.
PT JPM juga membuka layanan one call center di nomor 133 dan operasional berlangsung 24 jam.
Pemudik juga bisa memanfaatkan aplikasi travoy 4.5 apabila membutuhkan bantuan maupun informasi mengenai jalan tol milik Jasamarga Group.
Baca juga: Polri: Hari kedua Ops Ketupat, 459.570 kendaraan keluar Jakarta
Selain itu, PT JPM mencatat bahwa arus ke luar masuk kendaraan di sejumlah gerbang tol di ruas Tol Pandaan-Malang secara akumulasi meningkat sebesar 1,19 persen dibandingkan masa normal, atau dalam kurun waktu H-10 sampai H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menjelang Lebaran ini arus kendaraan secara keseluruhan mencapai 231.328 kendaraan, sedangkan ketika lalu lintas normal jumlahnya sebanyak 228.598 kendaraan.
PT JPM turut merinci perkembangan arus lalu lintas di setiap gerbang tol di ruas Pandaan-Malang, di Gerbang Tol Purwodadi tercatat arus masuk Malang naik 1,6 persen atau dari 12.373 kendaraan menjadi 12.566 kendaraan. Sedangkan, arus ke luar Malang naik 0,6 persen dari 12.812 kendaraan menjadi 12.889 kendaraan.
Kenaikan arus lalu lintas juga terjadi di Gerbang Tol Lawang ke arah masuk Malang sebesar 9,8 persen atau dari 11.907 kendaraan menjadi 13.070 kendaraan. Sedangkan, arus keluar Malang naik 8,03 persen atau dari 15.189 kendaraan menjadi 16.409 kendaraan.
Baca juga: Dishub: Kendaraan masuk DIY via Tol Prambanan meningkat
Selanjutnya, di Gerbang Tol Singosari kendaraan masuk Malang justru turun 6,0 persen dari masa normal, atau 55.909 kendaraan menjadi 52.552 kendaraan. Namun, peningkatan 1,9 persen justru terjadi di arus keluar Malang atau dari 47.908 kendaraan menjadi 48.817 kendaraan.
Kemudian, di Gerbang Tol Pakis arus kendaraan masuk Malang naik 7,24 persen atau dari 13.624 kendaraan menjadi 14.611 kendaraan. Untuk kendaraan keluar Malang tercatat juga naik 7,22 persen atau dari 12.318 kendaraan menjadi 13.207 kendaraan.
Lalu, di Gerbang Tol Malang kendaraan masuk Malang naik 2,4 persen atau dari 24.719 kendaraan menjadi 25.301 kendaraan. Untuk kendaraan keluar Malang tercatat naik 0,3 persen atau dari 21.839 kendaraan menjadi 21.906 kendaraan.
Meski arus ke luar masuk kendaraan di mayoritas gerbang tol meningkat, namun kondisi lalu lintas masih tergolong landai lancar.
Baca juga: Menhub prediksi puncak arus mudik Lebaran 18 Maret 2026
"Belum ada peningkatan yang signifikan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026," ucapnya.





