Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Andrie Yunus

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Sejumlah menteri mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Insiden tersebut dinilai bukan sekadar tindak kekerasan terhadap individu, tetapi juga ancaman serius terhadap nilai-nilai demokrasi dan perjuangan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 15 Maret 2026 Lengkap Sinopsis, Aksi Penculikan Penuh Tegang di Akhir Pekan

BACA JUGA:Jadwal Operasional Bank Danamon selama Libur Hari Nyepi dan Idul Fitri 2026, Nasabah Wajib Cek!

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa serangan terhadap aktivis HAM merupakan pukulan bagi praktik demokrasi di Tanah Air.

Menurutnya, para aktivis yang bergerak dalam isu HAM sejatinya bekerja demi kepentingan masyarakat luas serta menjaga amanat konstitusi.

“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan kepentingan negara, karena penegakan HAM dan demokrasi merupakan amanat konstitusi,” kata Yusril, Minggu, 15 Maret 2026.

Yusril menilai, dalam sistem demokrasi setiap pihak seharusnya menjunjung tinggi sikap saling menghargai perbedaan pandangan.

Perbedaan pendapat, menurut dia, merupakan hal yang wajar dan justru menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

BACA JUGA:Lebih Satset, 301 Ribu Orang Pilih Naik Whoosh Mudik ke Kampung Halaman

BACA JUGA:Kondisi Terkini di GT Tol Cikampek Utama, 23.610 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Ia menekankan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi jalan keluar ketika terjadi perbedaan sikap maupun pandangan politik. Terlebih, tindakan tersebut menyasar individu yang selama ini memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan HAM.

“Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Yusril juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Ia berharap penyelidikan tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi juga mampu mengungkap motif serta kemungkinan pihak yang berada di balik kejadian tersebut.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
QJMotor Hadirkan Fort 180 Adventure & SRV 200 MT di Indonesia
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Bukan Sekadar Produksi, Pabrik Aman Jadi Kunci Nutrisi Berkualitas Lho Beauty!
• 4 jam laluherstory.co.id
thumb
Kapolri ke Pemudik: Tolong Hati-Hati di Jalan, Jangan Paksakan Diri
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Pramono Imbau Pengunjung Taman Bendera Pusaka Manfaatkan Transportasi Umum
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Data Penumpang Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Mulai Meroket Sejak H-10 Lebaran
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.