Hingga H-7 Lebaran 2026 atau pada hari Sabtu (14/3), tercatat sebanyak 2.756 pemudik motor telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.
Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, angka tersebut mengalami kenaikan hingga 30,3 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama. Tahun lalu jumlahnya mencapai 2.115.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan, secara keseluruhan angka pemudik yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera mengalami tren kenaikan dibandingkan periode yang sama pada arus mudik Lebaran 2025 lalu.
Menurutnya, peningkatan jumlah pemudik tujuan Pulau Sumatera mulai terlihat sejak H-10 hingga H-7 Lebaran 2026 meski lonjakannya belum terlalu signifikan.
"Peningkatan masih didominasi oleh kendaraan kecil atau kendaraan keluarga, lalu disusul oleh kendaraan roda dua dan bus," kata Heru, Minggu (15/3).
"Contohnya di H-7 sudah terjadi peningkatan khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua dan kendaraan keluarga," imbuhnya.
Disampaikan Heru, jumlah pemudik yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera pada arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mengalami kenaikan hingga 9,3 persen dibandingkan dengan arus mudik tahun lalu.
"Untuk proyeksi tahun ini, kami memperkirakan ada kenaikan sebesar 9,3 persen untuk wilayah penyeberangan dibanding tahun lalu," ujarnya.
Diakui Heru, puncak arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Pulau Jawa-Pulau Sumatera akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret karena dipengaruhi oleh kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah serta periode libur dan cuti bersama yang lebih panjang.
"Kemungkinan Lebaran kali ini berbeda. Karena adanya kebijakan WFA dari pemerintah. Lalu libur dan cuti bersama yang diperpanjang, masyarakat memiliki pilihan waktu yang lebih leluasa untuk melakukan perjalanan," tandasnya.





