Rahasia Membuat Ketupat Lebaran yang Pulen dan Awet, Kuncinya Ada Pada Daun Kelapa

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kehadiran ketupat pada momen perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia seolah sudah menjadi sebuah tradisi wajib. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus rapat menggunakan anyaman daun kelapa muda (janur) ini biasa disantap bersama deretan hidangan khas Lebaran lainnya, seperti opor ayam, rendang daging, hingga sayur labu siam.

Di balik cita rasanya yang sederhana nan lezat, ketupat ternyata menyimpan nilai simbolis dan sejarah yang mendalam bagi masyarakat Nusantara. Jika menilik jejak historisnya, ketupat mulai populer berkat peran Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.

Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai bentuk media syiar Islam pada abad ke-15 dan 16. Kala itu, tepatnya di era pemerintahan Raden Patah dari Kerajaan Demak pada abad ke-15, sajian ini menjadi lambang perayaan hari raya umat Islam. Sunan Kalijaga kemudian memanfaatkannya sebagai sarana dakwah untuk merangkul penduduk di pesisir utara Jawa.

Bentuk hidangan ini sejatinya merupakan perpaduan harmonis antara kebudayaan Jawa, nilai-nilai Hindu, dan syariat Islam. Penggunaan janur dari pohon kelapa (nyiur) merepresentasikan identitas masyarakat pesisir yang lingkungannya memang dikelilingi oleh pepohonan tersebut.

Sementara, kata "ketupat" atau "kupat" dalam bahasa Jawa merupakan sebuah singkatan dari frasa Ngaku Lepat (mengakui kesalahan) dan Laku Papat (empat tindakan, yakni lebaran, luberan, leburan, dan laburan). Kerumitan anyaman janur tersebut difilosofikan sebagai cerminan rumitnya kesalahan manusia, sedangkan isian beras putih menyimbolkan kebersihan dan kesucian hati setelah saling memaafkan di hari raya.

Nah, bagi kamu yang ingin menyajikan hidangan penuh makna ini di rumah, berikut adalah panduan resep beserta langkah-langkah pembuatannya:

Informasi Resep:

- Waktu persiapan: 30 menit

- Waktu memasak: 2–3 jam

- Total waktu: sekitar 3 jam

- Porsi: 10–12 buah ketupat

 

Bahan-Bahan Ketupat

- 500 gram beras putih berkualitas (sangat disarankan memakai beras pulen supaya tekstur ketupat menjadi lebih lembut setelah matang)

- 10–12 buah kulit ketupat dari janur

- 1 sdt garam

- Air secukupnya untuk merebus

Cara Membuat Ketupat Lebaran Pulen

- Bersihkan daun kelapa atau janur dengan cara dicuci. Pastikan memilih janur yang kondisinya masih segar dan lentur agar proses penganyaman menjadi lebih mudah.

- Siapkan dua helai janur, kemudian rangkai dan anyam sampai membentuk selongsong atau kantong ketupat. Pastikan anyamannya benar-benar rapat sehingga butiran beras tidak bocor saat direbus.

- Cuci beras sampai bersih, lalu rendam di dalam air selama kurang lebih 30 menit. Langkah ini bertujuan agar tekstur beras menjadi lebih pulen saat matang.

- Masukkan beras yang telah direndam ke dalam cangkang anyaman. Cukup isi hingga sekitar setengah bagian saja. Jangan mengisinya terlalu penuh karena beras membutuhkan ruang untuk mengembang saat proses perebusan.

- Siapkan panci besar yang sudah diisi air, lalu masukkan ketupat ke dalamnya. Pastikan seluruh bagian ketupat terendam air dengan sempurna. Rebus dengan api besar sekitar 30 menit, lalu lanjutkan memasak dengan api sedang selama 2–3 jam hingga matang.

 

- Setelah diyakini matang, angkat ketupat dan segera tiriskan. Kamu bisa menggantungnya atau menaruhnya di area yang sejuk bersuhu ruang hingga dingin sebelum siap dihidangkan.

Tips Agar Ketupat Pulen dan Tidak Mudah Basi

Untuk memastikan ketupat Lebaran anti gagal, awet, dan bertekstur sempurna, lakukan beberapa trik berikut:

1. Pilih janur yang tepat: Gunakan janur kelapa yang masih muda, berwarna kuning kehijauan, dan lentur. Janur yang tepat tidak akan membuat ketupat cepat berkeringat dan berbau.

2. Perhatikan takaran isi: Takar isian beras antara setengah sampai dua pertiga bagian selongsong ketupat agar ruang mengembangnya pas, tidak terlalu keras maupun terlalu lembek.

3. Tambahkan air kapur sirih: Berdasarkan saran dari beberapa pakar kuliner, menambahkan sedikit air kapur sirih ke dalam beras sebelum dimasukkan ke cangkang ketupat dapat membuat teksturnya jauh lebih kenyal dan tidak mudah basi.

4. Metode perebusan: Jaga agar ketupat selalu terendam air mendidih secara menyeluruh agar tingkat kematangannya merata. Apabila air menyusut saat direbus, segera tuangkan tambahan air panas, bukan air bersuhu ruang.

5. Segera gantung setelah matang: Proses penirisan dengan cara digantung sangat penting agar sisa-sisa air rebusan cepat turun, sehingga ketupat tidak basah di dalam dan tahan hingga berhari-hari.

6. Opsi Panci Presto: Jika ingin proses memasak yang lebih singkat dan hemat gas, juga bisa merebus ketupat menggunakan panci presto (pressure cooker) yang hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menguak Tabir Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Mulai Telepon Misterius hingga Rumah Didatangi
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
325 Bus dan Awak Lolos Pemeriksaan Ketat Jelang Mudik Gratis Jateng
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Kirim Paket MBG Telat, Dua SPPG di Sulsel Disuspend
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Kapolri Perintahkan Jajarannya Antisipasi Potensi Kerawanan Jelang Puncak Mudik
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Senator Senior AS Sebut Donald Trump Kehilangan Kendali hingga Minta Hentikan Perang Lawan Iran
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.