Moskow (ANTARA) - Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa Amerika Serikat berada di balik kematian anak-anak di sebuah sekolah di Minab, Iran selatan.
"Tidak ada keraguan bahwa itu adalah serangan Amerika. Kini semua orang mengatakan serangan itu dilakukan rudal Tomahawk, dan rudal-rudal ini milik AS. Ada beberapa rumor menyebutkan bahwa Iran sendiri yang melakukan serangan itu, tetapi senator AS telah mengatakan bahwa Iran tidak memiliki rudal seperti itu. Jelas sekali bahwa Amerika yang melancarkan serangan itu," kata Dubes Jalali kepada RIA Novosti.
Menurutnya, tidak ada perbedaan apakah serangan itu dilakukan secara disengaja atau tidak.
"Mereka adalah anak-anak yang didampingi ibu dan ayahnya. Pergi ke sekolah pagi hari dengan membawa harapan dan impian dan ingin kembali ke rumah sore hari. Kejahatan ini menjadi pukulan berat bagi seluruh warga Iran," katanya.
AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Pada hari pertama konflik, salah satu sekolah perempuan di distrik Minab, Iran selatan, dibom.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan kepada Sputnik bahwa 168 siswa bersama 14 guru dan staf sekolah tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
Ia menambahkan bahwa otoritas Iran akan mengambil langkah-langkah untuk menghormati para korban. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan rudal Tomahawk digunakan dalam serangan di sekolah tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kedubes Iran: Serangan AS-Israel yang tewaskan siswi kejahatan perang
Baca juga: Iran jadikan Sekolah Putri korban bom AS-Israel monumen peringatan
"Tidak ada keraguan bahwa itu adalah serangan Amerika. Kini semua orang mengatakan serangan itu dilakukan rudal Tomahawk, dan rudal-rudal ini milik AS. Ada beberapa rumor menyebutkan bahwa Iran sendiri yang melakukan serangan itu, tetapi senator AS telah mengatakan bahwa Iran tidak memiliki rudal seperti itu. Jelas sekali bahwa Amerika yang melancarkan serangan itu," kata Dubes Jalali kepada RIA Novosti.
Menurutnya, tidak ada perbedaan apakah serangan itu dilakukan secara disengaja atau tidak.
"Mereka adalah anak-anak yang didampingi ibu dan ayahnya. Pergi ke sekolah pagi hari dengan membawa harapan dan impian dan ingin kembali ke rumah sore hari. Kejahatan ini menjadi pukulan berat bagi seluruh warga Iran," katanya.
AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Pada hari pertama konflik, salah satu sekolah perempuan di distrik Minab, Iran selatan, dibom.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan kepada Sputnik bahwa 168 siswa bersama 14 guru dan staf sekolah tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.
Ia menambahkan bahwa otoritas Iran akan mengambil langkah-langkah untuk menghormati para korban. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan rudal Tomahawk digunakan dalam serangan di sekolah tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kedubes Iran: Serangan AS-Israel yang tewaskan siswi kejahatan perang
Baca juga: Iran jadikan Sekolah Putri korban bom AS-Israel monumen peringatan



