Suzuki Blak-blakan Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekspor Mobil, Target Direvisi?

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memaparkan potensi dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terhadap aktivitas ekspor mobil perseroan pada 2026.

Perlu diketahui, Suzuki mengekspor kendaraan ke beberapa negara di kawasan tersebut, antara lain Arab Saudi, Yaman, dan Qatar. Salah satu produk yang menjadi andalan ekspor adalah New Carry Pick Up.

Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, hingga saat ini kegiatan ekspor perusahaan masih berjalan normal tanpa adanya penghentian pengiriman secara menyeluruh ke negara tujuan.

“Namun, dengan eskalasi yang sekarang terjadi, kami memantau perkembangan situasi secara lebih aktif lagi terkait dinamika jalur logistik internasional,” ujar Donny di Jakarta, dikutip Minggu (15/3/2026).

Kendati demikian, secara kontribusi penjualan Suzuki sekitar 90% mengandalkan produk-produk yang diproduksi di dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Dengan kondisi tersebut, dampak yang berkaitan dengan logistik maupun pengiriman komponen impor diharapkan dapat lebih diminimalisir.

“Berkaitan dengan logistik, kami juga masih berkomunikasi secara intensif dengan beberapa mitra logistik kami. Bagaimana ke depannya dalam waktu dekat, apakah akan terjadi perubahan yang cukup signifikan, sehingga kami memerlukan langkah-langkah mitigasi berkaitan dengan fasilitas dan rencana produksi kami,” jelasnya.

Baca Juga

  • Penjualan Pikap Suzuki Carry Melesat Terdongkrak MBG
  • Suzuki Siap Tancap Gas di Pasar Mobil Listrik, Andalkan e-Vitara
  • Penjualan Mobil Suzuki Melesat pada Februari 2026, Ini Penyebabnya

Saat ini, Suzuki ditopang oleh ekosistem industri domestik yang cukup kuat. Perseroan menjalin kerja sama dengan lebih dari 400 pemasok lokal yang berperan mendukung proses produksi kendaraan sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu Suzuki menjaga stabilitas produksi di fasilitas manufakturnya di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, Donny menyampaikan bahwa hingga kini perseroan belum berencana merevisi target ekspor.

“Kemudian apakah kami akan merevisi nih target ekspor? Karena saat ini masih berjalan sesuai dengan perencanaan, jadi saat ini kami masih menargetkan dengan jumlah yang sama seperti 2025 lalu, sekitar 60.000 mobil, 30.000 motor,” jelasnya.

Sementara itu, di pasar domestik, data Gaikindo mencatat distribusi wholesales Suzuki mencapai 9.659 unit pada Februari 2026, atau melonjak 247% secara bulanan (month-to-month/MtM) dibandingkan 2.783 unit pada Januari 2026.

Di sisi lain, penjualan ritel atau dari dealer ke konsumen tercatat sebanyak 9.035 unit, meningkat 64% dibandingkan bulan sebelumnya.

Lebih lanjut, Donny menjelaskan bahwa dominasi penjualan ritel Suzuki sepanjang Januari–Februari 2026 yang mencapai lebih dari 14.500 unit masih ditopang oleh model yang diproduksi di dalam negeri dengan porsi sekitar 93%.

Kontribusi terbesar berasal dari New Carry sebesar 56%, disusul New XL7 sebesar 17% dan Fronx sebesar 16%. Sejumlah model tersebut diproduksi di fasilitas Suzuki di Cikarang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mendukung ekspor ke berbagai negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Girlgroup K-Pop aespa Siapkan Album Baru, Ditargetkan Rilis Mei 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Fakta Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus: JK Buka Suara-Anies dan Novel Baswedan Jenguk di RSCM
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kaesang Lepas Acara Mudik Gratis PSI, Bus Pertama Bertuliskan Solo 1
• 22 jam lalukompas.com
thumb
PKB Berangkatkan 1.200 Peserta Mudik Gratis ke Berbagai Daerah Jawa
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bupati Cilacap Peras Puluhan Satker Perangkat Daerah Rp3-100 Juta
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.