Korlantas Polri memprediksi akan terjadi peningkatan arus kendaraan pada sore hingga malam hari selama Operasi Ketupat 2026. Lonjakan tersebut diperkirakan muncul setelah masyarakat berbuka puasa dan kembali melanjutkan perjalanan mudik.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
“Kami menunggu kemungkinan setelah buka puasa, ada bangkitan arus. Namun demikian penyiapan daripada skenario manajemen rekayasa lalu lintas sudah siap, apakah sore, malam nanti akan kita lakukan contraflow hingga mungkin nanti one way, sudah kami persiapkan, sambil menunggu update,” kata Agus saat ditemui di Command Center Km 29 Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (15/3).
Agus menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way dilakukan berdasarkan parameter perhitungan jumlah kendaraan secara real-time, bukan sekadar prediksi.
Menurutnya, sistem radar di tol akan memantau volume kendaraan secara berkala untuk menentukan kapan rekayasa lalu lintas perlu diterapkan.
“Jadi nanti di KM 47 itu ada radar. Radar itu menghitung jumlah kendaraan. Selama 1 jam berturut-turut, apabila 1 jam berturut-turut itu 5.500, otomatis nanti kami akan lapor Bapak Kapolri, akan dilakukan rekayasa lalu lintas contraflow lajur 1,” jelas Agus.
Ia menambahkan, jika volume kendaraan meningkat hingga 6.400 kendaraan per jam secara berturut-turut, maka contraflow akan diperluas hingga dua lajur.
“Yang kedua, apabila satu jam ke depan berturut-turut naik menjadi 6.400, itu kita lakukan contraflow lajur 2. Jadi ada mekanisme, bukan prediksi. Tetapi parameter itu yang nanti akan kita jadikan pedoman,” kata dia.
Selain radar, Korlantas juga memanfaatkan pemantauan melalui CCTV dan drone ETLE untuk memastikan kondisi lalu lintas secara real-time.





